Jakarta, Indonesia | Monday, 24-09-2018

NEWS UPDATE

Kasus Thalasemia Terus Meningkat Sejak Lima Tahun Terakhir

AL | Selasa,08 Mei 2018 - 06:34:45 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Sekretaris Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Asjikin Iman Hidayat mengungkapkan bahwa berdasarkan data dari Yayasan Thalasemia Indonesia, kasus thalasemia (kelainan sel darah merah) mayor di Indonesia terus meningkat sejak lima tahun terakhir.

"Kasus Thalasemia terus meningkat karena pengetahuan di masyarakat masih sangat minim," katanya di kantor Kementerian Kesehatan Jakarta, Senin (7/5/18).

Menurut Asjikin, saat ini, masyarakat yang memahami apa itu penyakit thalasemia masih sedikit, sehingga pencegahan satu-satunya terhadap penyakit yang diwariskan ini, yaitu skrining baru sedikit dilakukan oleh masyarakat. Ia menjelaskan, thalasemia adalah penyakit kelainan sel darah merah yang mudah pecah sehingga penderitanya membutuhkan transfusi darah untuk menutupi kekurangan tersebut. Namun transfusi darah tersebut menyebabkan tubuh penderitanya kelebihan zat besi yang bisa menimbulkan komplikasi penyakit, seperti gagal jantung, diabetes, gangguan ginjal, osteoporosis dan sebagainya. Apabila tidak ditangani dengan transfusi darah, maka Talasemia akan menyebabkan anemia kronis dan berakibat fatal

Thalasemia akan menyebabkan anemia kronis dan berakibat fatal apabila tidak ditangani dengan transfusi darah. Thalasemia tidak menular melainkan hanya diturunkan, karena penyakit ini merupakan penyakit genetik yang diwariskan oleh orang tua kepada keturunannya. Thalasemia mayor adalah penderita thalasemia yang membutuhkan transfusi darah seumur hidupnya, sedangkan thalasemia minor hanyalah pembawa sifat yang kondisi tubuhnya sama sebagaimana orang normal.

Jika seorang thalasemia mayor menikah dengan orang normal, peluang anaknya 100 persen pembawa sifat. Apabila  seorang thalasemia minor menikah dengan orang normal, peluang anaknya sehat 50 persen dan menjadi thalasemia minor 50 persen. Namun, jika thalasemia mayor menikah dengan thalasemia minor 25 persen kemungkinan anaknya akan menjadi thalasemia mayor, 25 persen kemungkinan sehat dan 50 persen thalasemia minor.

"Karena itulahm pencegahan paling efektif dalam memutus mata rantai keturunan thalasemia adalah skrining untuk mengetahui statusnya, dan mencegah menikah dengan sama-sama pembawa sifat," ujar Asjikin. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar