Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

10 Warga Palestina Kembali Tewas Ditangan Tentara Israel

RWS | Selasa,15 Mei 2018 - 03:22:13 WIB

Aksi protes ribuan warga Palestina di perbatasan jalur Gaza/foto ist

CityPost – Sebanyak 10 warga Palestina dikabarnya tengah tewas di tangan tentara Isreal pasca melakukan demonstrasi diperbatasan jalur Gaza guna memprotes pembukaan Kedutaan Besar AS Di Yerusalem.

Pada aksi protes yang dilakukan pada Senin (14/5) kemarin sebanyak 500 orang demonstran juga dikabarkan terluka. ada 200 orang yang disebutkan terluka karena peluru tajam.

“Pasukan Israel menewaskan 10 orang Palestina, termasuk seorang bocah lelaki berusia 14 tahun, dan sekitar 500 pendemo terluka, sedikitnya 200 (orang) dengan peluru tajam,” terang seorang pejabat kesehatan di Jalur Gaza.

Sementara itu, rencana aksi besar lainnya akan digelar oleh warga Palestina pada Selasa (15/5) hari ini yang digelar bersamaan dengan perayaan hari berdirinya Israel yang ke 70. Rencana aksi masih seputar tuntutan bahwa Israel harus mengembalikan desa atau tanah yang didudukinya setelah Perang Arab dan Israel yang pecah pada tahun 1948 kepada para pengungsi Palestina.

Diketahui, hari ini diperbatasan Gaza dan Israel, masjid-masjid tengah menyerukan warga Palestina menggunakan pengeras suara untuk ikut bergabung dalam aksi demonstrasi tersebut.

“Hari ini adalah hari besar ketika kita akan menyeberangi pagar dan memberitahu Israel serta dunia yang tidak akan kita terima selamanya. Banyak yang mungkin menjadi martir hari ini, begitu banyak, tetapi dunia akan mendengar pesan kita,” tegas salah seorang Guru yang bernama Ali dan ikut aktif berpartisipasi pada aksi di perbatasan Gaza.

Sementara itu Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyebutkan bahwa sebagian besar warga Palestina yang menggelar aksi demonstrasi diperbatasan Gaza sudah diperalat oleh Hamas.

“Saram saya kepada warga Gaza, jangan dibutakan oleh (pemimpin Hamas, Yehya Al Sinwar) yang mengirim anak-anak anda untuk mengorbankan hidup mereka tanpa utilitas apapun. Kami akan membela warga negara kami dengan semua tindakan dan tidak akan membiarkan pagar diserang,” tegasnya. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar