Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-01-2019

NEWS UPDATE

Aksi Berujung Bentrok, Mahasiswa Minta Perlindungan TNI

Hen | Minggu,23 Sept 2018 - 08:19:07 WIB

Video mahasiswa minta perlindungan TNI usai bentrok dengan polisi viral/foto ist

Medan, CityPost – Aksi demonstrasi yang digelar mahasiswa antara pihak yang pro dan kontra terhadap pemerintahan Jokowi dikabarkan berujung ricuh. Bentrokan pun tak terelakkan antara mahasiswa dengan aparat kepolisian setempat.

Peristiwa yang terjadi pada Kamis (20/9) lalu di halaman kantor DPRD Sumatera Utara itu sempat divideokan oleh perserta aksi dan menjadi viral dimedia sosial, khususnya saat para mahasiswa masuk kedalam markas TNI dan meminta perlindungan dengan petugas disana.

Dari informasi yang dihimpun awak media, peristiwa bermula dari sejumlah mahasiswa yang menggelar aksi untuk mengkritisi kinerja pemerintahan Jokowi. Dari sisi lain ada kelompok Komunitas Masyarakat Cinta NKRI yang turut menggelar aksi dengan memuji-muji pemerintahan Jokowi. Usai itu, tanpa diketahui apa penyebabnya, kericuhan dan bentrokan tak terelakkan diantara kedua kubu itu. Akhirnya pihak mahasiswa bentork dengan aparat kepolisian.

Usai bentrok terjadi, polisi disebutkan berhasil memukul mundur mahasiswa yang kemudian lari kocar-kacir menyelamatkan diri. Mereka kemudian meminta tolong kepada anggota TNI, dengan masuk kehalaman depan markas Kodim 0201/BS di Jalan Pengadilan Medan.

Polisi yang mencoba masuk kedalam markas TNI langsung dihalangi seorang perwira petugas piket TNI dan menutup pintu masuk markas dengan menggunakan portal.

“Tolong pak, selamatkan kawan kami pak yang ditangkap orang itu. Kereta kami juga pak dirusak polisi juga, tolong kami lah Pak,” terang salah seorang mahasiswa kepada pihak Kodim 0201/BS yang sedang piket. Seperti yang dilansir melalui vivanews.

Sementara itu, dari keterangan seorang mahasiswa bernama Yuka yang berlindung di markas Kodim itu, disebutkan semula mereka melakukan aksi damai namun mendapatkan lemparan batu dan botol air mineral dari pihak demonstran pro Jokowi. Yuak sendiri mengaku tidak tahu sebab dan alasan polisi mengamankan kelompoknya.

“Sebelumnya aksi berjalan damai, namun terjadi pelemparan batu dan botol kepada kami. Awalnya kami sempat menahan diri, namun akhirnya kami berinisiatif melindungi diri dengan merespons lempara mereka. Tapi malah jadi kami yang dikejar-kejar polisi,” terangnya.

Yuka mengatakan dirinya menyayangkan tindakan polisi yang dinilai berpihak kepada demonstran pro pemerintahan Jokowi. Dia juga heran sepeda motornya dan mahasiswa lainnya juga turut jadi sasaran tindakan anarkis polisi. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar