Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Alat Deteksi Genangan Air Untuk Keselamatan Penerbangan

AL | Rabu,05 Des 2018 - 22:38:14 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Surabaya, CityPost - Tim Peneliti dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menciptakan alat untuk mendeteksi genangan air atau standing water level. Alat ini dipasang di bandara demi keselamatan penerbangan.

"Keselamatan penerbangan itu tidak hanya bergantung pada faktor pesawat terbangnya saja, melainkan infrastruktur bandar udara juga berperan penting bagi keselamatan penerbangan," kata peneliti ITS Melania Suweni Muntini kepada para awak media di Surabaya, rabu (5/12/18).

Melania yang merupakan pakar infrastruktur penerbangan ITS itu mengungkapkan, selama ini di tiap bandara di Indonesia hanya terpasang alat pendeteksi angin untuk memantau kecepatan angin demi keselamatan penerbangan.

"Pendeteksi angin yang sudah banyak terpasang di berbagai bandara pun sebenarnya masih perlu dikembangkan lagi. Karena belum mendeteksi kecepatan angin yang datang dari arah samping. Selama ini belum ada satupun bandara di Indonesia yang memiliki alat pendeteksi genangan air," ujar Melania sebagaimana dilaporkan Antara.

Melania bersama tim peneliti ITS melakukan penelitian ini sejak tahun 2017, mereka telah melakukan berbagai uji coba di bandara perintis Sumenep, Madura, Jawa Timur.

"Kami pilih bandara perintis di Sumenep untuk melakukan uji coba karena frekuensi penerbangannya masih terbilang sepi. Sebenarnya kami ingin melakukan uji coba di bandara besar, seperti Juanda, tapi frekuensi penerbangannya terlalu padat untuk dijadikan tempat penelitian," tuturnya.

Melania menekankan, alat pendeteksi genangan air wajib dipasang di seluruh bandara demi keselamatan penumpang.Melania menyatakan penelitiannya telah rampung. Alat deteksi genangan air untuk dipasang demi keselamatan penerbangan di bandara kini tinggal menunggu sertifikasi.

"Genangan air yang aman untuk keselamatan penerbangan syaratnya minimal 3 milimeter dari keseluruhan luas bandar udara. Itu harus ada alat yang dapat mendeteksinya. Kalau tidak, pesawat yang mendarat atau melakukan lepas landas bisa tergelincir," jelasnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar