Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Alat Pendeteksi Gempa di Gunung Marapi Tidak Berfungsi

Redaksi CityPost | Senin,19 Jun 2017 - 18:56:43 WIB

Gunung Marapi di Sumatera Barat.foto.ist

Bukittinggi, CityPost - Alat sensor pendeteksi gempa yang ditempatkan di puncak Gunung Marapi, Sumatera Barat (Sumbar), tidak berfungsi karena delapan panel surya sebagai pendukung alat mengalami kerusakan akibat tertimpa lontaran batu pijar saat terjadi erupsi pada 4 Juni 2017. Delapan panel surya itu ditempatkan di ketinggian 2.740 meter di atas permukaan laut. "Ada sembilan sensor yang dipasang di sekeliling Marapi termasuk satu sensor di puncak. Nah, sensor di puncak adalah alat yang pertama mendeteksi bila ada aktivitas di Marapi, seperti erupsi dan embusan," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Marapi, Hartanto, di Bukittinggi, Senin (19/6/17). Sensor yang dipasang pada 2016 lalu tersebut, diketahui mati sejak 6 Juni 2017 atau dua hari setelah erupsi pertama. Petugas baru dapat mengecek kondisi alat pada 17 Juni 2017. "Rencananya akan dilakukan penggantian usai lebaran 2017 ini, kerusakan sensor ini sudah kami sudah laporkan ke Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Geologi (PVMBG) Pusat," ujarnya. Hartanto mengungkapkan, di Gunung Marapi masih terekam adanya aktivitas gempa vulkanik setelah mengalami erupsi tersebut. "Marapi karakteristiknya erupsi freatik yang hanya terjadi di sekitar kawah, bukan magmatik seperti terjadi di Gunung Sinabung yang pergerakan magmanya bisa diprediksi oleh rekaman gempa," jelasnya. Menurut Hartanto, kondisi tersebut tetap berbahaya sehingga pendaki dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak. "Melihat kondisi panel surya yang rusak tertimpa lontaran batu pijar, para pendaki dilarang beraktivitas dalam radius tiga kilometer dari puncak, karena ini berbahaya," himbaunya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar