Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

Anggota Wantimpres Disebut Permalukan Indonesia

RWS | Rabu,13 Jun 2018 - 17:05:37 WIB

Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf/foto ist

Jakarta, CityPost –Salah seorang anggota Dewan Pertimbangan Presiden, Yahya Cholil Staquf saat ini dikabarkan tengah membuat geram politisi dan sejumlah pejabat di tanah air, setelah dia datang ke Israel untuk memenuhi undangan Konferensi hubungan Yahudi dan Amerika di Yerusalem.

Yahya Cholil saat ini menjadi buah bibir dan kehadirannya di Israel menuai berbagai kritikan dan protes dari sejumlah politisi.

Salah satunya Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharis Almasyhari yang tengah menilai saat ini Yahya Cholil Staquf terkenal bukan dari prestasinya melainkan dari arogansi  atas kehadirannya ke Israel.

“yang  jelas, secara langsung atau tidak langsung, telah merusak jalan diplomasi Palestina yang telah ditempuh oleh Indonesia sejak lama,” tegas Kharis.

Kharis yang notebene merupakan Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengatakan saat ini Indonesia baru mendapatkan amanah terpilih menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB dan belum sempat bekerja, tetapi sudah dibuat malu didepan dunia internasional dengan arogansi seorang Staquf yang notabene anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

“Semoga ada sikap tegas Presiden Jokowi terhadap Staquf. Jelas sekali, Staquf telah menyakiti Palestina dan Indonesia, bahkan dunia Islam,” terang Kharis.

Kendati Staquf bisa menatasnamakan pribadi atas kunjungannya ke Israel, Kharis menilai secara pasti tidak dapat dilepaskan sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden.

“Harus ada langkah tegas dari Istana, karena ini jelas membuat blunder diplomasi politik internasional yang kuat dan telah dibangun dalam membersamai Palestina. Istana harus jelaskan sejelas-jelasnya, dimana posisi Presiden Jokowi terhadap langkah Staquf. Sudah clear posisi kita bersama Palestina, jadi rusak karena nila setitik yang ditorehkan Staquf,” tegas Kharis.

Kharis mengatakan siapapun dan atasnama apapun seharusnya Staquf bisa menempatkan diri, dimana dan kapan harus mengambil tindakan yang terpat terkait Palestina. Apalagi disaat situasi disana memanas pasca tewasnya ratusan warga dan ribuan lainnya terluka.

Sebelumnya, disampaikan Presiden Jokowi menyebutkan bahwa kunjungan salah satu anggota Dewan Pertimbangan Presiden Yahya Cholil Staquf ke Israel sebagai kunjungan pribadi. Yahya sempat menjadi pembicara yang menyampaikan materi Shifting the Geopolitical Calculus:From Conflict to Cooperation di Universitas Tel Aviv. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar