Jakarta, Indonesia | Sunday, 24-06-2018

NEWS UPDATE

Angka Tingkat Pemerkosaan Anak Tinggi Di India

RWS | Jumat,15 Sept 2017 - 08:52:58 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Bahaya terkait tindak pelecehan dan pemerkosaan yang terjadi di India saat ini masih menjadi momok menakutkan bagi anak-anak diwilayah tersebut. Angka kejahatan pemerkosaan baik perempuan dewasa maupun anak dikatakan sangat tinggi.

Melansir laporan BBC diwilayah India, setiap dua jam terjadi kasus pemerkosaan pada anak berusia 16 tahun dan setiap 13 jam anak-anak yang berusia dibawah 10 tahun diperkosa.

Angka kejahatan pemerkosaan dikatakan meningkat sejak 2015 dengan terjadi sebanyak 10.000 kasus. Sementara itu dari hasil studi pemerintah, nilai tersebut meningkat 53,22 persen. Sebagian pelaku pemerkosaan dikabarkan dikenal oleh korban itu sendiri, biasanya mereka yang dipercaya untuk menjaga anak-anak tersebut dan menjadi orang terdekatnya.

Salah satu contoh kasus yang saat ini menggemparkan India adalah pemerkosaan anak berusia 10 tahun yang dilakukan oleh pamannya sendiri selama 7 tahun. Bocah tersebut akhirnya hamil dan baru terungkap setelah masa kehamilannya memasuki 32 minggu. Untuk kasus tersebut, pengadilan menyatakan penolakannya untuk melakukan aborsi pasalnya usia kandungan si anak sudah besar.

Orangtua di anak menyatakan tidak menerima bayi hasil kejahatan pemerkosaan dia lantas menyerahkannya kepada negara pasca anaknya yang menjadi korban pemerkosaan melahirkan dengan cara caesar. Sayang nya bayi tersebut tidak bertahan lama dan akhirnya meninggal.

Kasus ini sendiri hingga kini masih menjadi misteri terkait pelaku pemerkosaan yang sesungguhnya. Dari kesaksian korban dalam sebuah rekaman video, korban menyebutkan pamannya sebagai pelaku dan mengungkapkan fakta tentang pelecehan yang diterimanya.

Namun, pihak kepolisian India yang menangani kasus tersebut malah menjadi bingung pasalnya dari hasil tes DNA contoh DNA bayi tidak sesuai dan tidak sama dengan DNA pamanya yang dituding sebagai pelaku pemerkosaan. Saat ini pamannya sudah masuk kedalam penjara dan akan dijerat dengan hukuman khusus kejahatan anak. Pelaku sendiri sejak kasus tersebut terungkap tidak mengeluarkan pernyataan apapun.

Banyak pihak yang hingga kini mempertanyakan siapa pelaku sesungguhnya, pasalnya hasil tes DNA tidak sesuai dengan pelaku yang dikenal sebagai paman korban. Tidak ada satu pihak pun yang mencurigai pelaku atau orang lain. Dan pihak kepolisian menyatakn kasus tersebut sangat aneh. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar