Jakarta, Indonesia | Tuesday, 25-09-2018

NEWS UPDATE

Arus Laut Dikembangkan Sebagai Pembangkit Listrik di NTT

AL | Rabu,13 Sept 2017 - 15:40:19 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah mengembangkan potensi arus laut sebagai pembangkit listrik di kawasan Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Menteri ESDM Ignasius Jonan mengatakan, yang datang menawarkan pembangunan pembangkit listrik tersebut adalah 
perusahaan Belanda yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, sehingga Gubernur memfasilitasi upaya kerja sama tersebut. 

"Awalnya harga yang ditawarkan perusahaan asing itu adalah 16 sen per kwh, lalu saya bilang, kalau harganya tidak di bawah 10 sen maka silakan minum dan lalu langsung pulang saja," ujarnya di Balai Kartini, Jakarta, Rabu (13/9/17).

Jonan menuturkan, beberapa bulan kemudian perusahaan Belanda tersebut datang lagi dan menawarkan kembali dengan skema berbeda. Pada awalnya, kajian di arus laut NTT menghasilkan kecepatan arus di bawah 2,8 meter per detik. Kemudian, pada kajian kedua ditemukan arus laut yang menghasilkan kecepatan 4 sampai 5 meter per detik. Kajian kedua tersebut bisa baru didiskusikan dengan pemerintah, sebab harganya cukup kompetitif, yaitu 7,18 sen per kwh.

"Saya bilang, kalau 7,18 sen per kwh, maka PLN bisa bangun 20 MW di sana. Dan saya tidak perlu tawar lagi," katanya.

Sedangkan, Direktur Pengadaan Strategis I PLN Nicke Widyawati mengaku belum didatangi oleh perusahaan Belanda yang telah mendiskusikan arus laut dengan Kementerian ESDM tersebut.

"Belum datang langsung ke PLN dan belum ada pembicaraan hingga ke penawaran," ujarnya.

Nicke mengaku cukup terkejut dengan harga yang disebutkan oleh Menteri ESDM. Menurutnya dengan harga 7,18 sen per kwh untuk energi baru terbarukan adalah tarif yang kompetitif. Apalagi, pemerintah memang sedang mendorong pembangkit listrik dengan sumber daya energi baru terbarukan, untuk mengejar target 35.000 MW. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar