Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

AS Temuan Plastik Alamiah Yang Bisa Diurai

RWS | Rabu,25 Jul 2018 - 23:16:29 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Peneliti Amerika Serikat saat ini berhasil menemukan Plastik Alamiah yang bisa diurai. Hal ini kemudian dianggap sebagai kilmaks dari lingkungan hidup setelah sebelumnya keberadaan plastik dianggap malapetaka karena tidak bisa diurai namun dibutuhkan oleh kehidupan.

Penggunaan plastik itu sendiri saat ini terus meningkat. Sementara ini, pakar lingkungan hidup menilai kehidupan memerlukan bahan plastik pembungkus yang bisa dijadikan kompos dan bisa terurai dengan alam. Bahan inilah yang semakin diperlukan khususnya untuk kemasan makanan.

Seorang peneliti AS dan pemimpin riset Carson Meredith saat ini tengah mengupayakan dan mencari alternatif dengan menciptakan plastik yang dibuat dari bahan sampingan penyulingan minyak.  Seperti halnya bahan yang bisa dijadikan dasar seperti kulit kerang dan sisa-sisa kayu yang kemungkinan bisa memenuhi kebutuhan akan plastik jenis baru tersebut dan bisa diurai yang sama sekali tidak dibuat dari bahan minyak. Hal itulah yang saat ini sedang dikembangkan oleh Institut Teknologi di Georgia.

“Kira-kira delapan tahun yang lalu, kami mulai mengadakan riset dalam apa yang dikenal sebagai teknologi nano dengan menggunakan hasil hutan,” terangnya Carson seperti yang dilansir melalui Voice of America.

Carson mengatakan ini merupakan bidang sains baru yang bisa dilakukan dengan menggunakan bahan kayu atau hasil-hasil hutan lainnya.

“Ini dalah bidang sains baru yang mengusahakan penggunaan kayu atau hasil-hasil hutan lainnya, untuk diambil bagian-bagiannya yang disebut bahan-bahan kristal nano untuk dijadikan selulosa dan menggunakannya dalam pembuatan bahan-bahan pembungkus yang sangat ringan tapi kuat,” ujarnya.

Nantinya, lanjut Carson. Serat-serat selulosa yang ditemukan dalam kayu-kayuan yang selama ini digunakan untuk membuat kertas, bisa juga digunakan untuk menggantikan plastik sebagai bahan pembungkus dan kemasan makanan.

Diketahui, Carson dan tim telah menggabungkan selulosa dari kayu dengan chitin, bahan dasar kulit kerang dan kerangka lobster atau udang karang dan hasil temuannya ternyata bisa diurai dengan alam.

Dijelaskan, dalam tingkat molekuler, chitin dan selulosa bermuatan listrik yang saling menarik. Hal inilah yang kemudian digunakan dan diterapkan oleh sejumlah ahli di Georgia Institut sebagai fakta alamiah untuk membuat lapisan tipis seperti plastik.

Bahan ini kabarnya sangat efektif untuk mencegah masuknya oksigen dan karenanya sangat baik untuk membungkus makanan. Namun, Carson menyebutkan pihaknya belum mengetes Plastik jenis baru itu sebagai pembungkus makanan. Namun yang menarik adalah bahan tersebut bisa dijadikan kompos dan sepenuhnya biodegradable atau akan terurai sepenuhnya setelah dibuang ketempat sampah. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar