Jakarta, Indonesia | Friday, 25-05-2018

NEWS UPDATE

ATB Terima Gratifikasi Senilai Rp 22,35 Miliar

AL | Kamis,18 Jan 2018 - 19:39:24 WIB

Mantan Dirjen Perhubungan Laut, Antonius Tonny Budiono.foto.ist

Jakarta, CityPost - Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Dody Sukmono merinci uang dan barang gratifikasi senilai sekitar Rp2 2,35 miliar yang diterima mantan Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) Antonius Tonny Budiono (ATB) dalam periode 2015-2017. 

Adapun uang tunai yang diterima ATB terdiri dari berbagai mata uang yaitu Rp 5,815 miliar, USD 479.700 dolar AS (sekitar Rp 6,4 miliar), EUr 4.200 (sekitar Rp 68,451 juta), GBP 15.540 (sekitar Rp 287,137 juta), SGD 700.249 dolar Singapura (Rp sekitar 7,06 miliar), RM 11.212 (sekitar Rp37,813 juta), uang di rekening bank Bukopin senilai Rp 2,134 miliar, dan berbagai barang yang ditaksir senilai Rp 243,413 juta serta penerimaan di rekening Bank BRI senilai Rp 300 juta dengan rinciannya sebagai berikut:

1.  Dari Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Yuyus Kusnady Usmany senilai Rp200 juta yang diterima secara bertahap pada 2016

2.  Dari Direktur Kenavigasian Dirjen Perhubungan Luat I Nyoman Sukayadnya pada 2017 senilai Rp 125 juta

3.  Dari Kepala Distrik Navigasi Makassar M Ali Malawat sejumah Rp20 juta

4.  Dari rekanan bernama Johanes karena memenangkan "tendership reporting system" senilai Rp100 juta

5.  Dari Kepala UPP Sei Danau Misah Rakhman senilai Rp 300 juta pada 2016 dan 2017

6.  Dari Kepala UPP Kintap Abbas senilai Rp 300 juta

7.  Dari Kepala KSOP Bitung Wahid senilai Rp 50 juta 

8.  Dari Ketua Umum INSA (Indonesian National Shipowners` Association) Carmelita Hartoto sejumlah Rp30 juta

9.  Pada 2015-2017 Antonius menerima sejumlah Rp 4,69 miliar dari beberapa orang yang sudah tidak dapat diingat lagi

10. Dari perusahan Salvage yang melakukan pengangkatan kerangka kapal Thorco senilai USD 50 ribu pada Juli 2017

11. Dari Ketum INSA Carmelita Hartoto senilai USD 3 ribu pada 2017

12. Dari Dewan Penasihat Asosiasi Perusahaan Bongkar Muat Indonesia (APBMI) Putut Sutopo sebesar USD 2 ribu pada 2017

13. Dari Bilyani Tania yang mengurus badan usaha pelabuhan senilai USD 30 ribu pada 2017

14. Dari kontraktor pemenang pengadaan di Surabaya dan Makassar Herlin sejumlah USD 6 ribu pada 2016

15. Dari kontraktor pengerukan di Belawan dan Pontianak Sena Sanjaya sejumlah USD 2 ribu.

16. Dari Direktur Kesatuan Penjagaan Laut dan Pantai (KPLP) Jonggung Sitorus sebesar USD 10 ribu.

17. Dari Mauritz Sibarani sebesar USD 10 ribu.

18. Dari kontraktor pemenang tender di Dirjen Perhubungan Laut Budi Ashari senilai USD 80 ribu.

19. Dari Edwin Nugraha mewakili PT Cahputra Shipyard senilai USD 3 ribu.

20. Pada 2015-2017 menerima uang USD 283.700 dari beberapa orang yang tidak dapat diingat lagi

21. Pada 2015-2017 menerima uang EUR 4.200 dari beberapa orang yang tidak dapat diingat lagi

22. Pada 2017 menerima GBP 15.540 poundsterling dari beberapa orang yang tidak dapat diingat lagi.

23. Dari Yance Gunawan yang merupakan perwakilan PT Dumas sebesar SGD 10 ribu pada Juli 2017

24. Dari Edi yang mewakili PT Citra Shipyard senilai SGD 10 ribu pada 2016

25. Dari Soniono yang mewakili PT Multi Prima senilai SGD 150 ribu pada 2016-2017

26. Pada 2015-2017 menerima SGD 530.249 dari beberapa orang yang tidak dapat diingat lagi

27. Pada 2015-2017 menerima uang RM 11.212 dari beberapa orang yang tidak dapat diingat lagi

28. Penerimaan uang di rekening Bank Bukopin senilai Rp 2,134 miliar dengan cara Antonius memberikan 2 nomor rekening Bank Bukopin ke beberapa orang untuk membudahkan pemberian uang untuk dirinya.

29. 1 cincin diduga emas kuning gambar lambang garuda (Rp3,73 juta)

30. 1 cincin diduga emas dengan batu biru tosca (Rp 316 ribu)

31. 1 cincin diduga emas dengan batu biru muda (Rp 4,352 juta) dari pegawai Balai Teknologi Keselamatan Pelayaran (BTKP)

32. 1 cincin diduga emas dengan batu warna hitam (Rp 9,52 juta) dari captai Christine Anton

33. 1 cincin diduga emas dengan batu ungu (Rp 5,35 juta) dari staf direktorat navigasi

34. 1 cincin diduga emas dengan batu hitam (Rp 3,668 juta)

35. 1 cincin emas dengan batu biru (Rp 44,07 juta) dari captain Alex

36. 1 cincin diduga emas dengan batu hijau bening (Rp 3,986 juta) 

37. 1 cincin diduga emas putih dengan batu hitam (Rp 5,606 juta) 

38. 1 cintin diduga emas putih dengan batu oranye (Rp16,94 juta)

39. 1 cincin diduga emas putih dengan batu hijau toska (Rp 1 juta)

40. 1 cincin diduga emas putih dengan batu pink tua (Rp 462 ribu)

41. 1 cincin diduga emas putih dengan batu hijau lumut dengan pinggiran berlian (Rp 12,462 juta)

42. 1 cincin diduga emas putih dengan batu hijau tua dengan pinggiran diduga berlian (Rp 13,01 juta)

43. 1 cincin diduga emas putih dengan batu merah marun dengan pinggiran diduga berlian (Rp 14,09 juta)

44. 1 cincin diduga emas putih dengan batu warna putih bening dengan pinggiran diduga berlian (Rp 21,2 juta)

45. 1 cincin diduga emas putih dengan batu biru tua dengan pinggiran diduga berlian (Rp 7,86 juta).

46. 1 jam tangan bertuliskan Emporio Armani (Rp 1,5 juta)

47. 1 jam tangan strap kulit cokelat bertuliskan Gc (Rp 4 juta)

48. 1 jam tangan rantai merek Guess (Rp 3,5 juta) dari Kabid Logistik Distrik Navigasi Tanjung Priok

50. 1 jam tangan kulit cokelat merek Tissot (Rp 1,5 juta)

51. 1 jam tangan merek Charriol (Rp 6 juta)

52. 1 jam tangan kulit cokelat merek Alba (Rp 1,5 juta)

53. 1 jam tangan kulit merek Quantum "The Big Time" (Rp 1 juta) dari staf distrik KSOP Bitung Moren Karamoy 

54. 1 jam tangan rantai merek Tudor (Rp 20 juta)

55. 1 jam tangan wanita kulit warna cokelat merek Bulova (Rp 1 juta)

56. 2 pena merek Montblanc, 1 merek Parker, 1 merek St Dupont (Rp 24 juta)

57. 1 gantungan kunci merek St Dupont (Rp 1,5 juta)

58. 1 dompet merek St Dupont (Rp 2,5 juta)

59. Kartu ATM bank BRI dari Bambang Bagus Trianggono yang merupakan perwakilan PT Pundi Karya Sejahtera selaku pelaksana proyek pembangunan menara suar di Kupang yang diisi uang Rp 300 juta secara bertahap dan sudah habis digunakan ATB.

Sebagai Dirjen Hubla 2016-2017, ATB mendapatkan penghasilan senilai Rp 891,218 juta ditambah penghasilan sebagai anggota dewan komisaris PT Pelabuhan Indonesia IV 2016-2017 senilai Rp 931,315 juta sehingga total penghasilannya Rp 1,822 miliar.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), harta kekayaan ATB hanya berjumlah Rp 1,723 miliar, sehingga penerimaan-penerimaan tersebut merupakan pemberian suap baik berupa uang maupun barang atau gratifikasi. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar