Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Bamsoet: Ekspor Indonesia ke Selandia Baru Terus Meningkat

WDP | Kamis,08 Nov 2018 - 14:20:23 WIB

Ketua DPR RI, Setya Novanto.foto.ist

Wellington, CityPost - Ketua DPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) menegaskan peningkatan kerjasama ekonomi, perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Selandia baru sangatlah penting. Indonesia dan Selandia Baru sama-sama menginginkan kerjasama yang terjalin mampu menghasilkan hubungan yang saling menguntungkan. Di tahun 2024, ditargetkan perdagangan bilateral Indonesia dan Selandia Baru mencapai Rp 40 triliun atau sekitar USD 2,9 miliar.

"Saat ini ekspor Indonesia ke Selandia Baru terus meningkat. Pada tahun 2017, total ekspor Indonesia ke Selandia Baru sebesar USD 437,8 juta. Sementara, total ekspor Selandia Baru ke Indonesia pada tahun 2017 sebesar USD 751,1 juta. Untuk mencapai target perdagangan senilai USD 2,9 milliar di tahun 2024, diperlukan kerjasama yang lebih baik lagi antar kedua negara," ujar Bamsoet saat bertemu Komite Pembangunan Ekonomi Parlemen Selandia Baru, di Gedung Parlemen Selandia Baru di Wellington, Kamis (8/11/18).

Hadir dalam pertemuan tersebut Duta Besar Republik Indonesia untuk Selandia Baru Tantowi Yahya, Ketua Fraksi PAN DPR RI Mulfachri Harahap, Anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI Mukhamad Misbakun dan Ahmadi Noor Supit, Anggota Fraksi Nasdem DPR RI Akbar Faisal, Anggota Fraksi PDI Perjuangan DPR RI Masinton Pasaribu serta Staf Khusus Ketua DPR RI Yorrys Raweyai.

Sementara dari Komite Pembangunan Ekonomi Parlemen New Zealand hadir Ketua Komite Pembangunan Ekonomi Jonathan Young, serta anggota Komite Melissa Lee, Andrew Falloon, Lawrence Yule, Tamati Coffey, Liz Craig, Simeon Brown dan Nicola Willis.

Bamsoet menuturkan, kerjasama di bidang ekspor non migas dari Indonesia ke Selandia Baru sempat terjadi pasang surut. Pada tahun 2012 ekspor non migas dari Indonesia ke Selandia mencapai USD 366 juta. Namun, pada tahun 2016 terjadi penurunan sebesar 1,62% menjadi USD 357,5 juta. Beruntung, di tahun 2017, nilai ekspor Indonesia ke Selandia Baru mengalami kenaikan sebesar 15,32% menjadi USD 412,4 juta.

"Sementara, untuk ekspor non migas dari Selandia Baru ke Indonesia juga mengalami penurunan sebesar 3,35% dari USD 696,2 juta pada 2012, menjadi USD 660,9 juta pada 2016. Di tahun 2017, kinerja impor tersebut meningkat 13,66% menjadi USD 751,2 juta. Kita harapkan nilai ekspor kedua negara bisa terus meningkat di tahun mendatang," paparnya.

Bamsoet menegaskan, Indonesia terus berupaya membuka akses pasar Selandia Baru agar menerima berbagai komoditas unggulan Indonesia. Saat ini, Selandia Baru telah menerima komoditas buah tropis dari Indonesia, seperti manggis, salak serta kopi.

"Indonesia melihat peluang masuknya buah tropis dari Indonesia ke Selandia Baru masih sangat terbuka. Kami berharap buah-buahan tropis dari Indonesia seperti mangga, nanas ataupun pisang dapat segera diekspor ke Selandia Baru," tutur Bamsoet.

Lebih lanjut, Bamsoet menuturkan dalam kerjasama di bidang investasi, Indonesia dan Selandia Baru perlu mendorong rencana. (WDP/CityPost) 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar