Jakarta, Indonesia | Monday, 17-12-2018

NEWS UPDATE

Basarnas Akhiri Evakuasi Korban Gempa Sulteng

AL | Kamis,11 Okt 2018 - 12:21:06 WIB

Tim SAR menemukan korban hilang dalam keadaan meninggal dunia akibat gempa bumi di Petobo, Palu, Sulawesi Tengah.foto.ist

Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengakhiri operasi evakuasi korban meninggal pada Kamis (11/10/19), 

Direktur Operasi Basarnas Brigjen TNI (Mar) Bambang Suryo menyampaikan, untuk kelanjutan evakuasi, pihaknya akan menyerahkan tugas kepada Basarnas wilayah Kota Palu.

"Kami tetap menyiapsiagakan personel Basarnas dari Kantor Palu untuk melakukan asistensi. Dan bila mendapatkan laporan (korban) dari masyarakat, mereka akan melakukan evakuasi," katanya di Palu sebagaimana dilaporkan Antara.

Menurut Bambang tim Basarnas telah berupaya keras untuk melakukan operasi pencarian dan pertolongan serta evakuasi di lokasi-lokasi yang teridentifikasi adanya korban tertimbun maupun laporan warga.

"Selama melakukan operasi itu, medan terberat terkonsentrasi pada lokasi-lokasi terdampak fenomena likuifaksi, seperti Petobo, Balaroa, dan Jono Oge," ujarnya.

Bambang mengungkapkan, hingga kini di tiga lokasi terdampak likuifikasi itu juga masih labil sehingga bila tak hati-hati akan membuat petugas terperosok, sedangkan di Petobo juga memunculkan gundukan lumpur di atas ketinggian orang dewasa normal.

"Di Petobo dan Balaroa, tanah menjadi labil sedangkan di Jono Oge, personel Basarnas kesulitan untuk melakukan evakuasi meskipun dengan menggunakan alat berat amphibi," tuturnya.

Bambang mengakatan, medan berlumpur dan kondisi tanah labil menyulitkan alat berat untuk beroperasi. Melihat kondisi yang sulit itu, personel lapangan sangat memperhatikan aspek keselamatan. Ia menggambarkan bagaimana tanah labil menjadi amblas ketika mereka menginjakkan kaki ke tanah.

Dalam operasi pencarian, pertolongan dan evakuasi tersebut, Basarnas telah mengerahkan ratusan personel.

Berdasarkan data Pospenas, total personel yang terlibat dalam upaya pencarian korban sebanyak 404 orang yang terdiri atas 154 personel Basarnas, 13 ABK SAR Wisanggeni, dan 11 ABK KM SAR Laksmana ditambah 230 potensi personel. Hingga 9 Oktober 2018, pukul 17.45 Wita Basarnas berhasil mengevakuasi korban sejumlah 895 orang, yang terdiri dari 809 korban meninggal dunia dan 86 selamat. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar