Jakarta, Indonesia | Monday, 17-12-2018

NEWS UPDATE

Bawaslu RI : Formulir C6 Normanya Tidak Wajib

Redaksi CityPost | Jumat,17 Feb 2017 - 08:50:07 WIB

Pimpinan Bawaslu RI Daniel Zuchron.foto.Amos:CityPost

Jakarta, CityPost - Badan Pengawas Pemilu Republik Indonesia (Bawaslu-RI) mengadakan temu media mengenai perkembangan yang terjadi pasca berlangsungnya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) Serentak 2017. Bawaslu RI menjelaskan masalah yang menjadi anomali yang terjadi pada H-1 jelang pemungutan suara dan pada saat dilaksanakannya pemungutan suara. Salah satu yang menjadi permasalahan adalah mengenai formulir C6, yang merupakan pemberitahuan untuk memberikan hak suara dalam pemungutan suara. Banyak anggota KPPS dan Masyarakat yang mengira bahwa jika seseorang tidak memiliki formulir C6 maka orang tersebut tidak bisa memberikan hak suaranya, ini merupakan pandangan yang salah. Menurut Pimpinan Bawaslu RI Daniel Zuchron, formulir C6 normanya tidak wajib, C6 ini sejenis dengan undangan yang sifatnya hanya memberitahukan. "C6 sifatnya pemberitahuaan, C6 normanya tidak wajib. Tapi di lapangan jadi sensitif" jelas Daniel Zuchron. Daniel juga menambahkan jika nama seoseorang masuk Daftar Pemilih Tetap (DPT), maka orang itu boleh memberikan hak suaranya. (AMS/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar