Jakarta, Indonesia | Monday, 24-09-2018

NEWS UPDATE

BEM Minta Polisi Usut Pesantren Yang Di Gusur Untuk Sawit

Hen | Kamis,12 Apr 2018 - 20:04:21 WIB

Ilustrasi penggusuran/ foto ist

Kalimantan Selatan, CityPost – Presidium Nasional Badan Eksekutif Mahasiswa Perguruan Tinggi Agama Islam Se-Indonesia (BEM PTAI) dikabarkan saat ini tengah geram dengan adanya aksi penggusuran sejumlah rumah warga dan pesantren yang akan dijadikan perkebunan Sawit.

BEM PTAI melalui Nica Ranu Andika saat ini tengah mendesak Kapolri Jenderal Tito Karnavian untuk segera melakukan penyelidikan dan mengusut tuntas kasus penggusuran tersebut yang terjadi di Desa Salino, Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan.

Pesantren yang digusur itu sendiri bernama Darul Ma`rifat. Nica menyebutkan upaya yang dilakukan dengan menggusur adalah kesalahan besar dan merupakan sebagai bentuk kesewenang-wenangan perusahaan terhadap rakyat dan umat Islam.

“Kabar duka ini baru kita ketahui setelah warga meminta perlindungan dan mengadu ke Komnas HAM pekan lalu. Ini sungguh melukai perasaan umat Islam,” tegas Nica kepada awak media pada Senin (9/4) lalu seperti yang dilansir melalui republika dan antara.

Nica melanjutkan, pihaknya kecewa pasalnya penggusuran lahan dan pesantren juga dikawal langsung oleh aparat bersenjata lengkap. Untuk itulah Nica meminta Kapolri untuk terjun langsung menanganinya.

“aparat yang seharusnya mengayomi justru lebih memilih menjadi penjaga kepentingan perusahaan. Kapolri harus mengusut ini dan memberikan sanksi tegas pada semua jenjang anak buahnya yang terlibat,” ujarnya.

Disebutkan saat ini ada sebanyak 20 warga Desa Salino dan Desa Mekarpura di Kecamatan Pulau Laut Tengah, Kalimantan Selatan yang mendatangi Komnas HAM Jakarta pada minggu lalu untuk meminta perlindungan atas lahan mereka yang digusur untuk perkebunan sawit. (Hen/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar