Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Bengkulu Segera Luncurkan Program Pelestarian Gajah Sumatera

RAN | Rabu,05 Des 2018 - 22:25:10 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Bengkulu, CityPost - Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan bekerja sama dengan Forum Kolaborasi Pengelolaan Kawasan Ekosistem Esensial Koridor Gajah segera meluncurkan program pelestarian gajah Sumatera melalui penyelamatan habitat dalam koridor gajah di bentang Seblat, Kabupaten Bengkulu Utara, dan Mukomuko, Provinsi Bengkulu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Bengkulu Agus Priambudi mengatakan, peluncuran program ini akan dilaksanakan di sekitar habitat Rafflesia di Taman Wisata Alam Seblat

"Pmbentukan koridor gajah dalam bentuk Kawasan Ekosistem Esensial (KEE) merupakan salah satu upaya mengatasi ancaman terhadap gajah sumatera, yang populasinya saat ini berstatus kritis. Khusus di Bengkulu, habitat yang terfragmentasi akibat pembukaan hutan untuk berbagai kepentingan dikhawatirkan mempercepat kepunahan gajah," ujar Agus di Bengkuli, Rabu (5/12/18) 

Menurut Agus, pembentukan koridor gajah menjadi sangat penting mengingat hampir 80 persen wilayah jelajah gajah berada di luar kawasan konservasi. Koridor yang dibangun akan menjadi penghubung antarwilayah terfragmentasi sehingga antarkelompok gajah dapat terhubung atau bertemu.

"Pembangunan koridor gajah di wilayah Bengkulu Utara dan Mukomuko dilaksanakan secara partisipatif dan lintas sektoral, melibatkan pemangku kawasan, warga, lembaga swadaya masyarakat dan swasta," jelas Agus.

Sekretaris Forum Kolaborasi Pengelolaan KEE koridor gajah Ali Akbar menyebutkan, pelestarian gajah Sumatera (Elephas maximus sumatranus) di wilayah Bengkulu mencakup beberapa kegiatan anggota forum, termasuk penelitian mengenai gajah yang dilakukan oleh Balai Konservasi Sumber Daya Alam dan Jurusan Biologi Universitas Bengkulu.

"Peluncuran KEE di sekitar habitat gajah Bengkulu Utara fokusnya lebih pada kampanye sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai upaya pelestarian gajah Sumatera," kata Ali sebagaimana dilaporkan Antara.

Ali yang juga Ketua Yayasan Kanopi Bengkulu itu mejelaskan, peluncuran KEE di sekitar habitat gajah Bengkulu Utara fokusnya lebih pada kampanye sekaligus sosialisasi kepada masyarakat mengenai upaya pelestarian gajah Sumatera. KEE bentang alam Seblat mencakup hutan produksi Air Rami, hutan produksi terbatas Lebong Kandis, taman wisata alam Seblat dan sebagian konsesi Izin Usaha Pemanfaatan Hutan Kemasyarakatan dan hak guna usaha perkebunan kelapa sawit. (RAN/ist)




Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar