Jakarta, Indonesia | Monday, 22-10-2018

NEWS UPDATE

BIN Dan BNPT Dilibatkan Cegah Radikalisme Via Medsos

RWS | Kamis,07 Jun 2018 - 04:39:43 WIB

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Mensristekdikti-red) Mohamad Nasir/foto ist

Jakarta, CityPost – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Mensristekdikti-red) Mohamad Nasir menyampaikan saat ini pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait isu radikalisme yang ada didalam kampus. Upaya itu akan dilakukan dengan mengumpulkan data kampus melalui rektor Universitas termasuk media sosialnya.

“Kurikulum kami perbaiki. Rektor saya minta mendata semua pegawai, dosen dan mahasiswa mana yang terpapar radikalisme. Sebelum ditindak, ditanya dia mau kembali lagi atau tidak ke NKRI. Dari media sosial dan HP itu kita data. Kita bisa lacak hubungan apa darisana. Untuk semua nanti, mahasiswa baru sudah mulai itu kerja sama dengan BIN dan BNPT,” terang Nasir di Jakarta pada Rabu (6/6) kemarin.

Untuk proses pengawasan tersebut, pihak Kemristekdikti mengaku telah melakukan kordinasi dengan pihak BIN dan BNPT yang fungsinya akan mengkonfirmasi data kampus-kampus tersebut.

Sementara itu, dalam melakukan pengawasan. Nasir menjamin upaya tersebut bukan untuk melanggar hak privasi. BNPT dan BIN hanya ingin membaca lalu lintas informasi yang mengarah pada radikalisme.

“Mereka yang punya hak. Kami enggak punya. Kami hanya ingin kordinasi. Katakan ingin buka medsos seseorang, (kami) enggak boleh. Langgar UU ITE itu. Tapi pendataan itu penting supaya bisa diverifikasi dengan baik,” tegasnya. (RWS/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar