Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

BIN Tak terlibat penangkapan Habib Rizieq di Saudi

AL | Jumat,09 Nov 2018 - 13:08:40 WIB

Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto.foto.ist

Jakarta, CityPost - Badan Intelijen Negara (BIN) tidak terlibat penangkapan Habib Rizieq Shihab di Arab Saudi seperti yang dilansir oleh Twitter HRS, kata Juru Bicara Kepala BIN Wawan Hari Purwanto.

Tuduhan BIN mengganggu HRS tidak benar. Apalagi menuduh bahwa anggota BIN mengontrak rumah di dekat kontrakan HRS, memasang bendera, maupun mengambil CCTV. Semua hanya pandangan sepihak," kata Wawan dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Kamis (8/11/18).

Selain itu, Wawan juga menegaskan tuduhan pemasangan bendera berkalimat tauhid di tembok juga tidak ada bukti bahwa yang memasang adalah BIN, apalagi memfoto kemudian lapor ke polisi Arab Saudi.

"Jadi, tuduhan bahwa BIN merekayasa penangkapan HRS oleh Polisi Saudi adalah hoaks. BIN justru menghendaki agar masalah cepat selesai dan tuntas sehingga tidak berkepanjangan dan berakibat pada berkembangnya masalah baru, apalagi di luar negeri, di mana sistem hukum dan pemerintahannya berbeda," ujarnya.

Wawan menambahkan BIN bertugas melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia, termasuk HRS.

"Tidak benar jika ada anggapan bahwa HRS adalah musuh, semua adalah anak bangsa yang masing-masing memiliki pemikiran yang demokratis yang wajib dilindungi. Jika ada sesuatu yang kurang pas wajib diingatkan," tegasnya. 

Wawan menuturkan bahwa Arab Saudi adalah negara berdaulat yang tidak bisa diintervensi oleh Indonesia. Operasi intelijen di negara lain adalah dilarang. Mereka bisa dipersona non grata atau dideportasi atau bahkan dijatuhi hukuman sesuai dengan UU yang berlaku di negeri itu. Ia juga menegaskan tidak benar ada dendam politik. BIN adalah lembaga negara yang tetap ada meskipun silih berganti kepemimpinan nasionalnya, dan berkewajiban menjaga agar program pembangunan berjalan lancar demi kesejahteraan rakyat.

"Tidak ada masalah yang tidak dapat diselesaikan, dengan duduk bersama maka semua bisa teratasi. BIN tidak pernah mempermasalahkan aliansi politik HRS. Itu hak seseorang dan sah-sah saja," ujarnya.

Wawan mengatakan, BIN ingin agar anak bangsa ini tidak terpecah karena beda pandangan. Menurutnya, perbedaan adalah memperkaya khazanah kebangsaan dan bukan alasan untuk terpecah. BIN juga tidak mengenal istilah kriminalisasi, semua warga negara memiliki hak dan kewajiban serta kedudukan yang sama di depan hukum.

"BIN selalu siap membantu HRS, sebagaimana Kedubes RI juga siap membantu jika HRS dalam kesulitan, memberikan jaminan atas pelepasan HRS," tutupnya. (red/ist)



Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar