Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

BMKG catat 23 gempa Berdampak Kerusakan Selama 2018

RWS | Jumat,11 Jan 2019 - 11:48:10 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Bandarlampung, CityPost - Pusat Gempa Nasional Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 23 kejadian gempa bumi selama 2018 yang berdampak kerusakan di wilayah Indonesia, jumlah tersebut lebih banyak dibandingkan jumlah gempa merusak yang sepanjang 2017 tercatat terjadi 19 kali.

Dalam siaran persn yang diterima di Jakarta, Jum`at (11/1) beberapa gempa yang berdampak merusak antara lain terjadi di Lebak (Banten) pada 23 Januari 2018. Gempa bermagnitudo 6,1 itu menyebabkan satu orang meninggal, beberapa orang terluka dan 1.231 rumah rusak.

Selanjutnya ada gempa berkekuatan 6,3 SR di Geumpang, Aceh Barat, pada 8 Februari 2018 yang merusak 11 rumah dan satu masjid; serta gempa bermagnitudo 4,8 di Sumenep pada 13 Juni 2018 yang merusak 77 rumah dan menyebabkan enam orang luka-luka.

Gempa merusak lainnya terjadi di Lebak pada 7 Juli 2018. Gempa berketkua 4,4 itu merusak 28 rumah. 

Pada 29 Juli 2018, gempa dengan magnitudo 6,4 merusak rumah dan menyebabkan kematian warga di Pulau Lombok. Setelah itu, wilayah Lombok menghadapi serangkaian gempa merusak yang terjadi pada 5 Agustus 2018 (7,0 SR), 9 Agustus 2018 (5,8 SR) 19 Agustus 2018 (6,2 SR), dan 19 Agustus 2018 (6,9 SR). Rangkaian kejadian gempa yang melanda Pulau Lombok mengakibatkan total 555 orang meninggal dan ribuan rumah rusak.

Wilayah Palu, Donggala dan Sigi di Sulawesi Tengah pada 28 September 2018 lalu diguncang gempa dengan magnitudo 6,0 dan kemudian 7,5. Gempa yang memicu tsunami dan likuifaksi itu menyebabkan lebih dari 2.000 orang meninggal dunia, lebih dari 1.000 orang hilang dan ribuan rumah rusak.<

Gempa berkekuatan 5,3 SR pada 6 November 2018 juga menyebabkan kerusakan rumah warga di Sangihe-Talaud. Terkakhir, gempa di Manokwari Selatan pada 28 Desember 2018  yang berkekuatan 6,0 SR.

Menurut data BMKG, 19 dari 23 kejadian gempa merusak tersebut dipicu oleh aktivitas sesar aktif dan hanya empat gempa yang dipicu aktivitas subduksi lempeng. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar