Jakarta, Indonesia | Saturday, 18-08-2018

NEWS UPDATE

BNI dan Go-Pay Kerjasama Membantu Sektor UMKM

AL | Selasa,13 Mar 2018 - 16:24:38 WIB

Konfrensi pers kerja sama PT Bank Negara Indonesia (persero) Tbk (BNI) dengan PT Dompet Anak Bangsa atau Go-Pay milik PT Aplikasi Karya Anak Bangsa alias Go-Jek untuk membantu sektor UMKM di Pasaraya Blok M, Jakarta, Selasa (13/3/18). foto.ist

Jakarta, CityPost  - PT Bank Negara Indonesia Persero (BNI) dan PT Dompet Anak Bangsa atau Go-Pay sepakat mejalin kerja sama untuk mendongkrak kredit sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) sekaligus menekan kredit bermasalah pada UMKM.

Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto mengatakan, perseroan bisa menentukan pelaku UMKM yang layak mendapatkan kredit dengan memanfaatkan data transaksi calon debitur di Go-Pay.
Rekam jejak transaksi di Go-Pay juga dapat menjadi salah satu penentu untuk mempercepat pencairan kredit, termasuk Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ada dalam UMKM.

"Dengan proses yang lebih efisien dan efektif, penyaluran KUR dapat lebih cepat. Pada tahap awal, KUR hanya dapat dicairkan sebagai Kredit Modal Kerja (KMK) dengan metode <em>repayment</em> angsuran. Pembayaran angsuran dipungut per hari dari pendapatan debitur agar terasa lebih ringan," katanya kepada wartawan di Pasaraya Blok M, Jakarta, Selasa (13/3/18).

Menurut catur, kerja sama ini sejalan dengan komitmen BNI untuk menyalurkan KUR sesuai dengan ketentuan pemerintah. Ia juga berharap kemitraan ini bisa mendukung pemerintah untuk mencapai target realisasi penyaluran KUR ke sektor produksi yang minimal harus mencapai 50 persen dari target KUR yang diberikan oleh pemerintah kepada BNI sebesar Rp13,5 triliun.

Chief Executive Officer Go-Pay, Aldi Haryopratomo, mengatakan pihaknya melihat tantangan dalam penyaluran KUR, baik dari sisi perbankan maupun dari pengusaha UMKM.

"Bila kita melihat lebih dalam, akar pemasalahannya adalahnya sejarah transaksi UMKM yang belum tercatat dengan baik. Di sini, Go-Pay berusaha menawarkan solusi. Dengan memanfaatkan data transaksi Go-Pay. Perbankan bisa lebih mudah menilai kelayakan UMKM untuk menerima kredit. Sedangkan di sisi UMKM, mereka lebih mudah dalam mengakses kredit," tuturnya

Aldi menjelaskan, pada tahap pertama, program ini akan menyasar pengusaha atau penjual makanan di Go-Food yang ada di empat kota yaitu Semarang, Solo, Yogyakarta dan Malang. Para pengusaha tersebut akan mendapatkan penawaran untuk mengakses KUR mikro dari BNI, dengan plafon kredit maksimal Rp25 juta.

"Kami berharap tahap pertama program ini bisa berjalan dengan baik dan bisa membantu para merchant Go-Food untuk mengembangkan usahanya ke tingkat yang lebih tinggi," tutupnya. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar