Jakarta, Indonesia | Thursday, 19-07-2018

NEWS UPDATE

BPS : Inflasi Mei 2017 Mencapai 0,39 Persen

Redaksi CityPost | Jumat,02 Jun 2017 - 13:34:29 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan inflasi Mei 2017 sebesar 0,39 persen secara bulanan (month to month/mtm). Angka itu sedikit lebih tinggi dari proyeksi Bank Indonesia (BI) dan sejumlah ekonom yang sebesar 0,37 persen (mtm). Kepala BPS Suhariyanto mengatakan, dengan perkembangan tersebut, inflasi tahun kalender Januari-Mei 2017 sebesar 1,67 persen dan inflasi tahunan April 2017 sebesar 4,33 persen year on year (yoy). Berdasarkan Indeks harga Konsumen (IHK) dari 82 kota, terdapat 70 kota yang mengalami inflasi. Adapun inflasi tertinggi terjadi di Tual sebesar 0,96 dan inflasi terendah di Sampit dan Bulukumba sebesar 0,02 persen. Sementara IHK di 12 kota lainnya mengalami deflasi. Adapun deflasi terbesar tercatat dialami kota Manado sebesar 1,13 persen, dan deflasi terendah terjadi di Pematang Siantar sebesar 0,01 persen. "Inflasi Mei ini memang yang tertinggi dibandingkan Mei 2015 yang sebesar 0,24 persen, tetapi lebih rendah dari Mei 2016 yang sebesar 0,50 persen. Ini karena pada Mei kita sudah memasuki bulan Ramadhan, sementara Mei tahun lalu Ramadhan baru mulai pada 6 Juni," ungkap Suhariyanto di Gedung Pusat BPS, Jakarta, Jumat (2/6). Suhariyanto menjelaskan, inflasi Mei ini terjadi karena seluruh komponen pengeluaran mengalami kenaikan harga. Inflasi terbesar disebabkan oleh komponen bahan makanan sebesar 0,86 persen, dan andil terhadap inflasi Mei 2017 sebesar 0,17 persen. Menurutnya, komoditas bawang putih tercatat sebagai penyebab inflasi bahan makanan terbesar, yakni 0,08 persen. Menyusul selanjutnya telur ayam ras sebesar 0,05 persen, daging ayam ras sebesar 0,04 persen, beras, dan daging sapi masing-masing sebesar 0,01 persen. Meski demikian, ada beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga, yakni cabai rawit sebesar 0,04 persen, bawang merah sebesar 0,02 persen, dan harga tomat sayur yang turun 0,01 persen. "Bawang putih ini harga pergerakan bulanan, kalau mingguan, minggu keempat harga bawang putih sudah turun, minggu kedua sampai ketiga naik," jelasnya. Komponen kedua terbesar penyebab inflasi Mei 2017 adalah perumahan, listrik, air, gas, dan air yang mengalami inflasi sebesar 0,35 persen dan andil terhadap inflasi Mei sebesar 0,09 persen. Inflasi ini disebabkan oleh penyesuaian tarif listrik rumah tangga 900 VA, yang mengalami inflasi sebesar 0,06 persen. Posisi ketiga penyebab inflasi yakni makanan jadi, minuman, rokok, dan tembakau sebesar 0,38 persen dan andilnya terhadap inflasi sebesar 0,06 persen. Komoditas penyumbang inflasi yakni lauk-pauk dan rokok keretek masing-masing sebesar 0,01 persen. Meski demikian, komoditas gula tercatat menyumbang deflasi sebesat 0,01 persen karena adanya kebijakan pemerintah untuk menetapkan Harge Eceran Terendah (HET) gula pasir. Selanjutnya, komponen sandang, ini karena kenaikan baju muslim menjelang Ramdhan sebesar 0,01 persen. Di susul oleh komponen kesehatan dengan inflasi sebesar 0,37 persen dan sumbangannya terhadap inflasi sebesar 0,02 persen karena kenaikan tarif rumah sakit sebesar 0,04 persen. Terakhir, komponen transportasi menyumbang inflasi 0,04 persen. Hal ini disebabkan oleh kenaikan bensin sebesar 0,03 persen yakni Pertamax dan Pertamax Turbo. Selanjutnya karena adanya kenaikan tarif angkutan udara dengan sumbangan 0,02 persen. "Meski demikian, tarif pulsa ponsel mengalami penurunan, sehingga menyumbang deflasi sebesar 0,01 persen," pungkasnya. (EKS/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar