Jakarta, Indonesia | Thursday, 13-12-2018

NEWS UPDATE

Bush Bantah Tudingan Rusia Terkait Serangan Cyber 2016

RWS | Sabtu,21 Okt 2017 - 07:46:20 WIB

Mantan Presiden Amerika George W. Bush/ foto ist - Bush Twitter

CityPost – Mantan Presiden Amerika George W. Bush tengah mengecam Rusia atas tudingan serangan cyber selama pemilihan 2016 yang menyebutkan ada upaya merubah orang Amerika melawan satu sama lainnya dalam eksploitasi perpecahan.

Bahkan saat ini Bush mendesak Amerika untuk lebih memperkuat pertahanannya sendiri dalam menghadapi berbagai serangan internal terhadap demokrasi dinegara tersebut.

Hal ini disampaikannya dalam forum di News York dihadapan organisasi pengelola perpustakaan kepresidenannya.

Dalam sebuah publikasi nbcnews, Bush mengatakan serangan cyber Rusia tersebut merupakan upaya berkelanjutan dengan unsur permusuhan dalam mengeksploitasi perpecahan dinegaranya.

“Pemerintah Rusia telah membuat sebuah proyek untuk mengubah orang Amerika melawan satu sama lainnya. Negara kita harus menunjukkan ketangguhan dan ketahanan dalam menghadapi serangan eksternal terhadap demokrasi kita dan itu dimulai dengan menghadapi era baru ancaman cyber,” ujar Bush.

Diketahui selama Presiden Donald Trump menjabat, George W Bush tidak pernah berkomentar. Saat ini dia mengatakan tantangan keamanan ekonomi, politik dan nasional yang dihadapi AS akan diperparah oleh kecenderungan peralihan internal.

“Kita tidak bisa membiarkan globalisasi jauh, apalagi kita bisa melepaskan revolusi pertanian. Salah satu kekuatan masyarakat bebas adalah kemampuan untuk beradaptasi dengan gangguan ekonomi dan sosial yang seharusnya menjadi tujuan kita,” tegasnya. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar