Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Cangkang Kepiting dan Udang Jadi Formula Pembasmi Hama

AL | Jumat,11 Jan 2019 - 21:35:35 WIB

Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada (UGM), Ronny Martien menunjukkan produk pembasmi hama dari olahan cangkang kepiting dan udang dalam konferensi pers di UGM, Yogyakarta.foto.ist

Yogyakarta, CityPost - Dosen Fakultas Farmasi Universitas Gadjah Mada Ronny Martien berhasil mengolah limbah cangkang kepiting dan udang menjadi formula nanokitosan yang bisa digunakan untuk pembasmi hama pertanian yang ramah lingkungan. Ide pengembangan formula nanokitosan itu berawal dari keprihatinannya terhadap maraknya penggunaan pestisida untuk membasmi hama. Khususnya di perkebunan sayur dan buah di daerah Ngablak Kopeng, Jawa Tengah.

"Penggunaan pestisida dalam jumlah besar yang dilakulan petani memang mampu mengurangi serangan hama perkebunan, tetapi itu berbahaya," kata Ronny saat jumpa pers di Kampus UGM di Yogyakarta, Jum`at (11/1)

Dengan keprihatinan itu, muncul ide untuk membuat nanokitosan dari limbah cangkang kepiting dan udang. Formula itu untuk melindungi tanaman dari hama. Ronny menjelaskan, selain mengandung senyawa kitin yang kemudian bisa diubah menjadi kitosan dalam ukuran nano partikel berwujud cair. Menurut Ronny, pemilihan cangkang udang dan kepiting itucukup strategis karena sumber daya kelautan di Indonesia cukup melimpah. Formula nanokitosan yang dikembangkan mengadung antimikroba sehingga memiliki kemampuan menghambat pertumbuhan bakteri dan jamur serta bersifat non-toksik.

"Bukan seperti pestisida yang membunuh hama, tetapi nanokitosan disemprotkan untuk melapisi tanaman sehingga melindungi dari serangan hama," ujarnya sebagaimana dilaporkan Antara.

Ronny mengatakan. nanokitosan itu aman bagi manusia dan ramah lingkungan karena merupakan biopolimer atau polimer alam maka . Formula ini juga dapat menyuburkan tanaman karena memiliki kemampuan mengikat unsur hara di alam sehingga dapat meningkatkan produktivitas tanaman. Saat ini, formula tersebut telah dimanfaatkan oleh petani di berbagai wilayah Indonesia seperti di Kopeng, Tawangmangu, Kediri, dan Lombok Barat. Lebih dari itu, ia menambahkan, formula dari limbah cangkang kepiting dan udang yang ia kembangkan itu juga dapat dimanfaatkan sebagai pengawet buah, sayur, ikan, serta bahan pangan lainnya  yang aman bagi tubuh.

"Bisa memperpanjang umur simpan produk makanan hingga tiga bulan dan juga menjaga kualitas produk," tutup Ronny. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar