Jakarta, Indonesia | Monday, 10-12-2018

NEWS UPDATE

Cegah Kanker Serviks, Ini Waktu Terbaik Suntik HPV

AL | Kamis,26 Apr 2018 - 15:43:22 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Mendapatkan vaksin HPV adalah salah satu cara untuk menghindarkan kaum perempuan tertular human papilloma virus (HPV) yang menyebabkan kanker serviks atau leher rahim. Menurut spesialis onkologi dan gikenologi dari RSCM, Prof. Dr.dr. Andrijono, SpOG (K) sebaiknya vaksin HPV diberikan pada usia 9-13 tahun.

"Vaksin diberikan dini, usia 9-13 tahun, itu saat proteksi paling bagus. Suntikan pertama saat SD kelas 5, suntikan kedua kelas 6 SD, untuk mengeliminasi kanker serviks," katanya dalam diskusi media di Jakarta, Rabu (25/4/18).

Menurut Andrijono, saat usia 9 tahun itulah kekebalan tubuh seseorang sedang berada pada masa prima dan memiliki daya tahan tubuh yang lebih kuat dalam merespon vaksin. Ia menjelaskan, vaksinasi HPV terbagi menjadi dua golongan yaitu pada usia 9-13 tahun dengan dua dosis (jarak 0 dan 6-12 bulan) dan 14-44 tahun dengan tiga dosis (jarak 0, 2 bulan dan 6 bulan).

Berdasarkan Data Centers for Disease Education and Prevention (CDC) terungkap bahwa setiap tahun ada sekitar 14 juta orang termasuk remaja yang terinfeksi HPV karena masa remaja sejalan dengan masa pertumbuhan sehingga struktur organ serviks lebih rentan terhadap infeksi HPV.

Ditanya apakah ada batas usia pemberian vaksin HVP, Adrijono mengatakan vaksin tersebut bisa diberikan sampai usia 55 tahun.

"Batasnya sampai usia 55 tahun., efektifnya sampai usia 45 tahun walau tingkat proteksinya turun sampai 10 persen. Tetapi ini masih bisa memproteksi," ujarnya.

Namun sebelum diberi vaksin pasien harus di cek dulu, karena vaksin ini hanya disa diberikan kepada orang yan negatif HPV. Adrijono menambahkan, vaksin ini tak akan menimbulkan efek samping bagi tubuh seperti panas dan mual, hanya sakit di tempat suntikan saja. Kaum pria juga perlu divaksin HPV agar terlindung dari jenis kanker lain. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar