Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Daerah Rawan Likuifaksi Akan Dipetakan

AL | Jumat,12 Okt 2018 - 14:25:47 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Fenomena likuifikasi terjadi di sejumlah tempat di Palu dan Sigi setelah gempa bumi 28 September 2018 lalu yang menyebakan sejumlah area di sana amblas. Karena itulah, badan Geologi akan memetakan daerah-daerah yang rawan mengalami likuifaksi supaya kejaadian ini tak terulang lagi.

"Menurut laporan yang saya terima dari Badan Geologi, daerah ini dahulunya adalah swamp (rawa-rawa) sehingga memungkinkan atau rawan terhadap terjadinya likuifaksi. Dan untuk menghindari agar tidak terjadi hal sama, Badan Geologi akan memetakan wilayah-wilayah yang rawan terjadinya likuifaksi" kata Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arcandra Tahar, saat meninjau lokasi terjadi bencana likuifaksi, seperti yang sampaikan dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Jum`at (12/10/18).

Badan Geologi telah merekomendasikan dua dari tiga daerah yang mengalami likuifaksi di Palu dan Sigi, Sulawesi Tengah, tidak lagi digunakan untuk permukiman. Menurut Badan Geologi, Kelurahan Petobo dan area Balaroa di Palu yang mengalami likuifaksi masif tidak layak untuk hunian. Sementara Jono Oge di Kabupaten Sigi dinilai tidak masif likuifaksinya.

"Informasi dari Pemerintah Daerah, bahwa wilayah yang terkena bencana likuifaksi tidak akan dihuni dan akan dijadikan semacam <em>memorial park</em>, karena dua wilayah ini sudah tidak stabil lagi untuk didirikan bangunan dan dua wilayah ini berdasarkan Peta Likufaksi tahun 2012 merupakan wilayah dengan potensi terjadinya likuifaksi tertinggi," ujar Kepala Badan Geologi, Rudy Suhendar.

Sedangkan, dalam informasi dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) disampaikan bahwa Pemerintah Sulawesi Tengah berencana membangun Monumen Bencana Likuifaksi di Kelurahan Petobo dan Balaroa. Rancananya, monumen itu berupa ruang terbuka hijau sesuai rekomendasi Badan Geologi agar rekonstruksi dan rehabilitasi pascagempa di Sulawesi Tengah mengacu pada Peta Kawasan Rawan Bencana (KRB) Gempa Bumi, Peta KRB Tsunami dan Peta Potensi Likuifaksi.

Kepala Dinas ESDM Provinsi Sulawesi Tengah Yanmart Nainggolan juga memastikam pemerintah daerah akan membuat peta tata ruang sesuai rekomendasi Badan Geologi.

"Saat ini kita sedang menunggu hasil kerja dari tim Badan Geologi yang sedang memetakan lokasi-lokasi mana yang stabil, mana yang tidak. Hasil kerja Badan Geologi tersebut akan dimasukkan dalam Peta Tata Ruang yang menjadi pedoman dalam melaksanakan tata ruang mana lokasi <em>red area</em>, <em>yellow area</em> dan lokasi <em>green area," kata Yanmart. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar