Jakarta, Indonesia | Monday, 15-10-2018

NEWS UPDATE

Daftar Mubalig Disebut Munculkan Stigma Negatif Bagi Jokowi

Hen | Selasa,22 Mei 2018 - 22:02:49 WIB

Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay/foto ist

Jakarta, CityPost – Wakil Sekretaris Jenderal Partai Amanat Nasional (PAN) Saleh Partaonan Daulay saat ini mendesak pihak Kementerian Agama untuk menghentikan kegiatan dalam merilis daftar nama mubalig atau penceramah pasalnya hal itu tengah menuai kontroversi dan dianggap memecahbelah mubalig.

“Selain menimbulkan kontroversi dan kegaduhan, banyak pihak yang menganggap hal itu tidak perlu. Bahkan, Kementerian Agama dinilai dapat memecah para mubalig, setidaknya antara yang terdaftar dan yang tidak terdaftar,” terang Saleh di Jakarta pada Selasa (22/5) hari ini.

Saleh mengatakan nantinya jika rilis 200 daftar nama mubalig tidak segera dicabut maka akan berdampak buruk pada pemerintahan Joko Widodo.

“Kalau masih diteruskan, ada kesan Kemenag menutup telinga terhadap masukan dan kritikan masyarakat. Tentu ini berdampak negatif bagi pemerintah secara kolektif,” tegasnya.

Saleh meminta kepada pihak Kemenag untuk tidak memperpanjang daftar nama mubalig pasalnya saat ini banyak ormas yang menolak memberikan nama.

“Saya termasuk yang tidak yakin kalau Muhammadiyah, misalnya, mau memberikan daftar nama. Dari pernyataan dimedia, muhammadiyah justru menilai kebijakan ini tidak arif dan perlu ditinjau. Begitu juga dengan sejumlah tokoh dan ormas lainnya,” jelas Saleh. (Hen/ist)

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar