Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Dapat Hadiah Umrah, Miftah Merasa Seperti Dapat Medali Emas

AL | Rabu,10 Okt 2018 - 15:48:29 WIB

Atlet judo tuna netra putri Indonesia, Miftahul Jannah.foto.ist

Jakarta, CityPost - Atlet judo disabilitas Indonesia, Miftahul Jannah mengaku tidak pernah menyesal mengambil keputusan mempertahankan mengenakan jilbab yang mengakibatkan ia terdiskualifikasi saat akan bertanding di Asian Para Games 2018 yang berlangsung, Senin (8/10) di JIExpo, Kemayoran, Jakarta Pusat.

Menurut Miftah, berpegang teguh pada keimanannya bahwa seorang wanita Muslim wajib berhija jauh lebih penting dibanding hadiah keduniaan.Karena prinsip itulah, perempuan berusia 21 tahun ini mendapatkan banyak apresiasi. Salah satunya Ustaz Adi Hidayat yang Miftah tiket umrah bersama kedua orangtua atau dua saudaranya.

Mengetahui ada pihak yang menghadiahi tiket umrah, Miftah mengaku sangat gembira. Gadis asal Aceh itu menganggap hadiah umrah dari Ustaz Adi Hidayat sudah sama seperti meraih medali emas.

"Terima kasih untuk beliau yang sudah memberikan Miftah tiket umrah. Itu sudah membuat Miftah senang dan di luar dugaan," ujar Miftah.

Selain mendaapat hadiah umrah, Miftah juga dijanjikan bonus oleh Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi.

"Pemerintah akan tetap memberikan bonus khusus kepada semua atlet seperti yang sudah dilakukan di Asian Games," kata Imam Nahrawi saat mendampingi Miftahdalam sebuah konferensi pers di GBK Arena, Jakarta, Senin (9/10/18).

Diketahui, terdapat aturan tingkat internasional di Federasi Olahraga Buta Internasional (IBSA) bahwa atlet tidak boleh mengenakan jilbab.

"Miftah mendapatkan diskualifikasi dari wasit karena ada aturan wasit dan aturan tingkat internasional di IBSA bahwa pemain tak boleh menggunakan hijab dan wajib melepas saat bertanding," ujar penanggung jawab judo Asian Para Games 2018, Ahmad Bahar. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar