Jakarta, Indonesia | Friday, 14-12-2018

NEWS UPDATE

Dapat Subsidi 16 Triliun, Tiket LRT Akan Dipatok 12 Ribu

AL | Senin,31 Jul 2017 - 15:06:40 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Presiden Joko Widodo telah menerbitkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor. 49 Tahun 2017 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor. 98 Tahun 2015 tentang Percepatan Penyelenggaraan Kereta Api Ringan/Light Rail Transit (LRT). 

Dalam Perpres ini, untuk meningkatkan keterjangkauan tarif LRT di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, dan Bekasi yang dioperasikan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero), pemerintah memberikan subsidi/bantuan dalam rangka penyelenggaraan Kewajiban Pelayanan Publik/Public Services Obligation. Subsidi ini terutama untuk tiket, yang saat ini dipatok sebesar Rp 12.000 per penumpang. 

Menurut Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, subsidi diperkirakan mencapai Rp 16 triliun dalam 12 tahun, sejak LRT beroperasi mulai awal 2019. Perkiraan subsidi berdasarkan proyeksi pertumbuhan penumpang 5 persen per tahun. 

"Saya sudah sampaikan, pertumbuhan itu bisa digoyang menjadi 6 sampai 7 persen. Begitu pertumbuhan 6-7 persen maka subsidi akan turun," kata Budi di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman, Jakarta, Senin (31/7/17).

Adapun pertumbuhan ini memang akan digenjot dengan pembangunan fasilitas pendukung di stasiun, misalnya gerai ritel modern dan apartemen. Sedangkan perkiraan subsidi didasarkan pada proyeksi jumlah penumpang yang mencapai 116 ribu per hari. 

Di tempat yang sama, Kepala Divisi LRT KAI Najib Tawangalun menyampaikan, progres LRT ini sudah sampai 17,5 persen. 

"Deadline nya masih in place (awal 2019). Masih koordinasi dengan Kemenhub dan Adhi Karya, kalau masih kurang pas kita usulkan geser (deadline-nya)," ujar Najib.

Terkait pencairan pinjaman sekitar Rp 18,5 triliun untuk proyek ini, dari Bank BUMN akan mencapai finansial closing pada November 2017. (EKS/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar