Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Delegasi IMF-WB Tertarik Solarpanel Buatan Indonesia

AL | Kamis,11 Okt 2018 - 13:24:19 WIB

Duta BUMN menjelaskan produk LenSolar buatan PT Len Industri kepada salah satu delegasi IMF-WB di Paviliun Indonesia, Nusa Dua, Bali.foto.ist

Nusa Dua, CityPost - PT Len Industri (Persero) menghadirkan produk solar panel yang dinamai LenSolar di ajang pameran Paviliun Indonesia di Nusa Dua, Bali selama pertemuan tahuan IMF-WB pada 8-14 Oktober 2018. LenSolar mampu menarik perhatian delegasi IMF-WB.

Dalam pemeran itu, Len Industri menampilkan maket miniatur kota yang menggunakan solar panel LenSolar yang kekuatan energinya mampu menghidupi sebuah kota dan mengatur sistem sinyal kereta api yang selalu ramai dikunjungi para delegasi.

"Utamanya yang dari Afrika. Ada menteri ekonomi Madagaskar yang sangat tertarik karena katanya di Afrika matahari selalu ada setiap saat dan ini adalah salah satu sumber tenaga listrik yang terbarukan, bukan dari fosil jadi mereka tertarik," kata Duta BUMN Andri Cahyani di Paviliun Indonesia Nusa Dua, Kamis (11/10/18).

Andri menjelaskan, aistem sinyal kereta api yang dimaksud adalah seperangkat fasilitas yang digunakan untuk mengontrol pengoperasian kereta api. Untuk sinyal modern yang tidak lagi memberikan sinyal kepada masinis dalam bentuk warna cahaya atau posisi lengan mekanik, tetapi segera memberikan perintah ke sistem penggerak kereta secara nirkabel.

"The Len Interlocking System (SIL) telah dipasang di lebih dari 150 stasiun di Indonesia. Antara lain, Jalur Ganda Cirebon-Surabaya Jalur Utara sepanjang 435 K," tuturnya.

Menurut Andri, keuntungan sistem sinyal tersebut adalah kemampuan operasi tinggi, harga yang kompetitif, prioritas terhadap keamanan, serta sistem yang dapat ditingkatkan.

Ada dua model solar panel yang dihadirkan PT Len Industri di pameran Paviliun Indonesia yaitu model statis atau yang terpasang dan model dinamis yang terpasang pada mobil.

"Menteri Madagaskar itu tertarik sama model yang mobil ini karena katanya mudah dibawa ke daerah-daerah yang terpencil di sana," kata Andri ujarnya sebagimana dilaporlan Antara. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar