Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Densus 88 dan Polisi Reka Ulang Penyerangan Mapolres Banyumas

Redaksi CityPost | Senin,19 Jun 2017 - 18:16:59 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Purwokerto, CityPost - Tim Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror bersama Kepolisian Resor Banyumas, Jawa Tengah, menggelar reka ulang aksi penyerangan Markas Polres Banyumas yang dilakukan oleh seorang terduga teroris, Muhammad Ibnu Dar (MID) di halaman Mapolres Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (19/6/17) siang. MID yang berusia 22 tahun memeragakan berbagai adegan, sehingga diketahui bahwa aksi penyerangan pada tanggal 11 April 2017 itu telah direncanakan. Bahkan, MID yang merupakan simpatisan ISIS itu sempat mencoba membuat bom dengan cara yang dia pelajari melalui internet namun tidak berhasil. MID yang telah banyak belajar tentang jihad dari laman milik Daulah Islamiyah sempat mengajak dua saudaranya, Rojali Damar dan Jaenudin untuk bergabung dengan ISIS namun ajakan itu ditolak. MID memutuskan menyerang Mapolres Banyumas karena ia memang membenci polisi. Sebelum berangkat ke Mapolres Banyumas, MID mengasah parang dan sangkur untuk menyerang polisi di Mapolres Banyumas. Selain itu, MID juga membuat sebo atau kain penutup wajah yang dilengkapi dengan lambang ISIS. MID berangkat menuju Mapolres Banyumas dengan mengendarai sepeda motor dari rumahnya di Desa Karangaren, Kecamatan Kutasari, Purbalingga. Sesampainya di depan Mapolres Banyumas, MID sempat mondar-mandir dan berhenti di depan Markas Komando Brimob yang berada di sebelah selatannya. Tidak lama kemudian, MID kembali mengendarai sepeda motornya dan menerobos pintu gerbang Mapolres Banyumas dengan kecepatan tinggi hingga menabrak seorang polisi bernama Aiptu Ata Suparta hingga terpental. MID yang sempat terjatuh dari sepeda motornya segera mengambil parang dan menyabetkannya ke kepala Aiptu Ata. Bripka Karsono yang mengetahui kejadian tersebut segera menolong Aiptu Ata, namun dia malah terkena sabetan parang. Anggota Polres Banyumas lainnya, Bripka Irvan, yang berusaha menolong pun turut diserang oleh MID hingga terjatuh. MID akhirnya dapat ditangkap setelah dikepung oleh anggota Polres Banyumas. "Adegan yang diperagakan oleh MID cukup banyak, karena kepolisian ingin menggambarkan peristiwa itu secara gamblang," kata Kepala Polres Banyumas AKBP Azis Andriansyah, saat ditemui wartawan usai reka ulang. Aziz menjelaskan, reka ulang ini merupakan suatu teknik pemeriksaan agar kasus tersebut bisa maju ke persidangan dengan persangkaan teroris. "Reka ulang ini juga dilakukan untuk membuktikan bahwa ini bukan rekayasa dan memberi keyakinan kepada jaksa penuntut umum bahwa peristiwa itu ada dan membuat terang suatu perkara. Ini merupakan suatu teknik pemeriksaan," tuturnya. Aziz mengatakan, dalam kasus penyerangan itu, MID merupakan pelaku tunggal yang terinspirasi dari kawan-kawan dekatnya. Menurut dia, perbuatan MID termasuk melanggar Undang-Undang Terorisme, ia bisa dituntut hukuman 20 tahun penjara bahkan seumur hidup. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar