Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Dirut Bulog Curiga Pedangan Oplos Beras Premium

AL | Kamis,08 Nov 2018 - 16:09:16 WIB

Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso.foto.ist

Jakarta, CityPost - Direktur Utama Perum Bulog Budi Waseso (Buwas) bersama Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC) Jakarta, Kamis (8/11/18). Namun, Buwas mencurigai ada oknum pedagang yang mengoplos beras medium menjadi premium untuk mendapat keuntungan yang lebih besar, karena distribusi atau operasi pasar dengan menggelontorkan beras medium sudah dilakukan, namun harga beras medium mengalami tren kenaikan menjadi Rp 9.900 sampai Rp 10.500 per kilogram.

"Kalau saya dari penyuplai, justru ada kecurigaan ini ada perubahan beras medium menjadi premium. Bisa dilihat hari ini stok terbanyak mungkin 80 persen medium," kata Buwas usai kunjungan itu.

Buwas menuturkan, sampai saat ini stok beras yang disimpan di gudang Bulog mencapai 2,7 juta ton. Bahkan, Bulog telah melaksanakan operasi pasar dengan menggelontorkan sekitar 60 persen dari stok beras medium untuk stabilisasi harga. Namun, jumlah beras yang diserap setiap harinya tidak sampai 15 ribu ton.

Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi yang ikut meninjau PIBC menyebutkan saat ini stok beras di PIBC sebanyak 50 ribu ton, atau melebihi batas stok normal sebesar 20 ribu sampai 30 ribu ton. Namun, porsi jumlah beras di PIBC didominasi 80 persen oleh beras premium. Padahal, menurut Arief, produksi beras di dalam negeri untuk kebutuhan konsumsi di Jakarta sangat cukup, tetapi preferensi pedagang untuk menjual beras premium menjadi fenomena baru yang harus dicermati.

"Hanya saja, beras medium ini lebih cenderung ditingkatkan ke premium karena marginnya tinggi. Ini semacam fenomena baru, bukan masalah produksi," ujarnya.

Arief menambahkan,saat ini beras premium memiliki kadar patahan sebesar 15 persen, berbeda dengan sebelumnya yang hanya lima persen. Karena itulah, Bulog pun meminta agar Satgas Pangan dapat kembali meninjau ke lapangan adanya indikasi perubahan beras medium ke premium yang berdampak pada sulitnya masyarakat mendapatkan beras dengan harga murah.

Saat ini, harga eceran tertinggi (HET) beras medium di wilayah Jawa, Lampung, Sumatra Selatan, NTB, Sulawesi dan Bali sebesar Rp9.450 per kilogram, sedangkan untuk premium Rp 12.800 per kg. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar