Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Dituding Meretas Data, Uber Didenda 1,2 Juta Dolar

RWS | Jumat,30 Nov 2018 - 11:22:57 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Perusahaan transportasi online, Uber saat ini dikabarkan tengah didenda sebesar 1,2 juta dolar usai dituding meretas data dan tidak bisa melindungi data pribadi para pelanggannya dari serangan siber.

Denda itu ditetapkan oleh Badan-Badan Pengawas Informal Inggris dan Belanda. Badan itu memberikan denda kepada Uber karena ketidakmampuan melindungi data pribadi pelanggannya. Kasus itu sendiri kabarnya terkait dengan peretasan pada 2016 lalu yang memungkinkan para penyerang mengunduh informasi akun sebesar 32 juta pelanggan Uber diberbagai penjuru dunia. Bahkan terjadi pada 2,7 juta pelanggannya di Inggris.

Disebutkan, informasi yang berhasil diretas termasuk nama lengkap, nomor ponsel, alamat email dan sejumlah password pelanggannya. Informasi mengenai 3,7 juta pengemudi Uber, 82 ribu diantaranyadi Inggris juga diretas oleh para penyerang.

Sementara itu, Badan Pengawas Informasi Inggris (ICO) mengatakan, peretasan itu merupakan akibat dari serangan cacat pengamanan yang sebetulnya bisa dihindari.

“Ini tidak hanya kegagalan serius pengamanan data dipihak Uber, namun juga wujud ketidakperdulian Uber terhadap pelanggan dan pengemudi yang informasi pribadinya dicuri. Mereka tidak memberi tahu siapapun yang informasi pribadinya dicuri. Mereka juga tidak memberikan bantuan dan dukungan. Uber membiarkan para pelanggan dan pengemudinya terekspos begitu saja,” terang Direktur Investigasi ICO, Steve Eckersl.

Kendati demikian, pihak Uber sendiri saat ini mengaku senang pasalnya kasus insiden peretasan Data 2016 akhirnya selesai. Uber mengatakan, sebagaimana diungkapkan kepada pihak berwenang Eropa, Uber juga telah melakukan sejumlah perbaikan teknis terhadap sistem keamanannya. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar