Jakarta, Indonesia | Saturday, 17-11-2018

NEWS UPDATE

DK PBB Mulai Mendesak Myanmar Bebaskan Wartawan Reuters

RWS | Kamis,15 Feb 2018 - 21:18:58 WIB

Kedua wartawan reuters ditahan oleh pemerintah Myanmar/ foto ist

CityPost – Pasca penangkapan dua orang wartawan Reters oleh pemerintah Myanmar, sejumlah petinggi negara internasional mulai angkat bicara dan meminta pembebasan dua jurnalis tersebut. Bahkan saat ini kabarnya pihak Dewan Keamanan PBB juga bereaksi dan menyerukan pembebasan.

Kendati demikian, pemerintah Myanmar tetap menolak seruan Dewan Keamanan PBB yang meminta pembebasan bagi kedua wartawan Reuters tersebut.

Diketahui sebelumnya kedua wartawan reuters itu ditangkap setelah sebelumnya melaporkan tuduhan pembantaian kaum minoritas Muslim Rohingya. Untuk permasalahan itu, akhirnya Dewan Keamanan PBB menggelar pertemuan darurat pada Selasa (13/2) lalu untuk menyerukan pembebasan sesuai permintaan Inggris terkait masalah Rohingya.

Kasus kedua wartawan itu lalu dibahas oleh para anggota dewan. Disebutkan, keduanya ditahan dan didakwa pasca laporkan investigasi mereka mengenai tuduhan pembantaian kaum Rohingya yang dilakukan oleh tentara keamanan Myanmar.

Sementara itu, Duta Besar Amerika Serikat untuk PBB Nikki haley mengatakan pemerintah Myanmar memenjarakan kedua wartawan karena melaporkan kebenaran. Haley menyerukan dengan kuat demi pembebasan kedua wartawan tersebut dengan secepatnya tanpa syarat.

Namun, dari sisi lainnya. Duta Besar Myanmar untuk PBB Hau Do Suan hanya membenarkan penangkapan tersebut. Dia mengatakan negaranya mengakui kebebasan pers dan kedua wartawan itu ditahan bukan karena menyampaikan laporan, namun dituduh memiliki dokumen rahasia pemerintah Myanmar secara ilegal. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar