Jakarta, Indonesia | Monday, 15-10-2018

NEWS UPDATE

Dorong Anak Muda Minati Sektor Pertanian di Kabupaten Maros

RWS | Kamis,09 Agus 2018 - 23:21:08 WIB

H. Muhammad Nur, seorang putra daerah Kabupaten Maros/foto M Nur

Maros, CityPost - Membahas sektor pertanian di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan, sudah tidak asing lagi. Bahkan Kabupaten Maros sudah melekat dengan istilah swasembada pangan dan lumbung padi sejak zaman pemerintahan Soeharto. Sayangnya, pertanian saat ini tidak menjadi daya darik bagi anak muda.
 
Menanggapi hal itu, H. Muhammad Nur, seorang putra daerah Kabupaten Maros, yang sudah melanglang buana ke berbagai daerah di seluruh Indonesia, berpangkat Kolonel TNI aktif ini meminta pemerintah kabupaten untuk aktif dan terus mendorong anak-anak muda untuk tertarik menggeluti sektor pertanian.
 
Saat ditemui media ini di Jakarta, Rabu (8/8), meminta tanggapannya tentang Kabupaten Maros, ia mengatakan bahwa Maros dengan luas wilayah 1.619,12 km² adalah wilayah pertanian yang geografisnya sudah dikaruniai sebagai lahan subur.
 
Maros sudah terkenal sebagai lumbung padi, bahkan logo pemerintah kabupaten sudah menunjukkan gambar Maros adalah wilayah pertanian.
 
Untuk itu, ia meminta pemerintah dan pihak terkait untuk terus melakukan motivasi meningkatkan minat generasi muda bekerja di sektor pertanian di Kabupaten Maros.
 
Permintaan itu bukan tidak beralasan, ia menceritakan bahwa zaman kanak-kanak di kampung halamannya itu dulu dengan saat ini terlihat ada penurunan minat pertanian. Generasi penerus lebih memilih untuk merantau dan bekerja di kota-kota lain ketimbang memajukan pertanian di kampungnya.
 
Selain itu dapat dilihat juga pembangunan infrastruktur yang lebih mengedepankan Kabupaten Maros sebagai kota jasa ketimbang kota pertanian, ujarnya.
 
Maka, ia ingin sekali melihat Maros maju di sektor pertanian dengan pembangunan sistem tata agraria pertanian yang dominan, terbentuknya sistem ekonomi Petani yang baik agar tidak rugi, khususnya pada saat panen yang biasanya justru harga hasil pertanian cenderung turun tidak balik modal.
 
“Paling tidak, Kabupaten Maros harus menjadi penyangga kebutuhan-kebutuhan hasil pertanian untuk Kota Makassar, kota-kota besar di Indonesia, bahkan sampai ekspor ke luar negeri” terangya.
 
Dengan keberhasilan sektor pertanian itu, maka generasi penerus akan melihat bahwa potensi pertanian sangat menggiurkan, ungkapnya yang sekalian menjelaskan bahwa pembangunan Bendungan Paselloreng di Kabupaten Wajo, Bendungan Karalloe di Kabupaten Gowa, dan Bendungan Pamukkulu di Kabupaten Takalar, menjadi tolok ukur bahwa Sulawesi Selatan telah dicanangkan sebagai sentra pangan nasional. (RWS/Rinaldo)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar