Jakarta, Indonesia | Thursday, 18-10-2018

NEWS UPDATE

Dosen di Riau Formulasikan Tepung Untuk atasi `Stunting`

AL | Jumat,05 Okt 2018 - 21:59:42 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Pekanbaru, CityPost - Sejumlah dosen dari Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Provinsi Riau, sukses memformulasi tepung yang dibuat dari tulang ikan Patin untuk mengatasi permasalahan anak kerdil atau `stunting`.

"Tulang ikan patin yang tinggi protein, kalsium dan fosfor sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan tulang balita," kata Nur Aprianis, ketua penelitian dan juga dosen Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, dalam keterangan pers sebagaimana dilaporkan Antara di Pekanbaru, Kamis (4/10/18).

Nur Afrinis menambahkan, penelitian ini juga melibatkan dosen lainnya dari universitas yang sama yaitu Vera Wati Besti dan M. Nurman.

Patin merupakan ikan air tawar yang banyak dibudidayakan di Provinsi Riau, khususnya di Kabupaten Kampar. Menurut Afrinis, tepung tulang ikan patin bisa dimanfaatkan sebagai bahan baku makanan untuk balita `stunting`. Alasan pemilihan tulang ikan patin karena Kampar merupakan penghasil ikan patin terbesar di Riau, sehingga para peneliti berusaha memanfaatkan limbah tulang ikan tersebut.

`Stunting` adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. `Stunting` terjadi mulai janin masih dalam kandungan dan baru nampak saat anak berusia dua tahun, biasanya berupa tubuh anak pendek dibandingkan anak seusianya.

"Salah satu cara pemanfaatan tulang ikan patin adalah diolah menjadi tepung dan dijadikan produk bihun untuk balita stunting," katanya.

Afrinis menuturkan, proses penelitian untuk membuat tepung dari tulang ikan patin tersebut dimulai sejak 2017, dan mendapatkan hasilnya pada 2018. Hasil penelitian tersebut juga sudah mendapat hak paten dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Republik Indonesia (RI)

"Alhamdulillah, hak ciptanya memperoleh perlindungan penuh dari Undang-Undang No. 28 Pasal 72 Tahun 2014 tentang hak cipta," ujarnya.

Afrinis yang merupakan Dosen Program Studi S1 Gizi Universitas Pahlawan ini juga menuturkan, tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formula terbaik mengenai kalsium antara tepung ikan patin (Pangasius hypopthalmus) untuk balita stunting dengan memvariasikan tepung tulang ikan patin menjadi bihun kualitas terbaik dan tinggi protein. Ia menambahkan, publikasi mengenai formulasi tepung dari tulang ikan patin ini sudah dipublikasikan melalui jurnal <em>online</em> Media Kesehatan Masyarakat Indonesia. (red/ist) 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar