Jakarta, Indonesia | Tuesday, 22-05-2018

NEWS UPDATE

Dosen ITB Temukan Cara Membuat Beton Tahan Gempa

AL | Kamis,15 Feb 2018 - 07:15:55 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Bandung, CityPost - Pakar teknik sipil dan dosen Institut Teknologi Bandung (ITB) Iswandi Imran memaparkan hal penelitiannya tentang material beton terkekang agar bangunan mampu menahan goncangan ketika gempa sehingga tidak roboh seketika. Iswandi mengatakan, pada dasarnya material kuat menahan tekanan, namun  bersifat getas pada beban puncak. 
"Pada hakekatnya bahan ini tidak cocok digunakan sebagai bahan untuk struktur bangunan tahan gempa. Agar dapat digunakan sebagai bahan untuk struktur bangunan tahan gempa, material beton harus diberi kekangan sehingga dapat dihasilkan perilaku struktur bangunan yang bersifat daktail," ujarnya dalam siaran pers ITB.

Iswandi menjelaskan, daktail merupakan salah satu sifat bangunan untuk mampu bertahan akibat goncangan seperti halnya gempa bumi. Ia menyebutkan berbagai jenis material bisa digunakan untuk dapat mendirikan bangunan, seperti halnya kayu, bambu, batu, beton dan bahkan botol plastik. Apapun jenis materialnya, pondasi dan tiang penyangga dibuat agar bangunan tetap kokoh berdiri diterpa angin maupun goncangan. 

 "Indonesia kita ketahui merupakan negara kepulauan yang rawan terkena bencana alam gempa bumi. Bangunan yang direncanakan untuk itu, seperti perumahan, pertokoan, maupun gedung-gedung bertingkat, harus bersifat daktail, yaitu sifat bangunan yang meskipun mengalami kerusakan saat tergoncang keras ke segala arah namun tetap survive, setidaknya bangunan tersebut harus tetap berdiri dan tidak seketika ambruk," katanya.

Iswandi menuturkan, dalam hal ini pengekangan material beton dapat dihasilkan melalui pemasangan detailing penulangan khusus yang berupa tulangan spiral tertutup atau sengkang tertutup yang dipasang secara rapat dan efektif melingkupi inti penampang balok atau kolom beton bertulang yang ingin dikekang. Ia telah melakukan beberapa metode penelitian i Teknik Sipil ITB untuk mengatasi kelemahan material beton yang kuat dalam menahan tekan namun getas. Mulai dari meneliti perilaku mekanik beton hingga membuat formulasi konstitutif beton yang diberi kekangan untuk berbagai variasi tekanan yang bekerja. 

"Hasil penelitian ini merupakan pengembangan konsep di masa lampau dan state of the art di masa kini untuk bangunan tahan gempa di masa depan. Karena pada dasarnya pendekatan melalui alur ini lebih bersifat fundamental dan hasilnya juga dapat diterapkan untuk mensimulasi perilaku kolom beton bertulang yang material betonnya terkekang secara pasif," pungkasnya. (red/ist)

 

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar