Jakarta, Indonesia | Saturday, 21-10-2017

NEWS UPDATE

DPR Nilai Sistem Hukum Indonesia Bermasalah

GRY | Kamis,12 Okt 2017 - 18:19:53 WIB | dibaca: 15 pembaca

Jakarta, CityPost - Wakil Ketua DPR bidang Kesejahteraan Rakyat, Fahri Hamzah mengaku tak heran kasus penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang disiram air keras belum terungkap. Sudah enam bulan berlalu, polisi belum mampu mengungkap kasus Novel. Dirinya juga mencontohkan bagaimana kasus pelindo yang sampai 2,5 tahun belum tuntas.

"‎Kasus Pelindo juga sudah 2,5 tahun. Jadi, kasus delay di Indonesia ini banyak. Yang menderita akibat malpraktek hukum itu banyak. Saya enggak mau satu-satu gitu. Ada banyak orang seperti itu," kata Fahri di Gedung DPR/MPR, Jakarta, Kamis (12/10/2017).

Menurut Fahri, polisi bisa begitu lama mengungkap kasus-kasus itu, terjadi karena tidak ada perbaikan sistem hukum. Ia pun juga menyindir KPK yang juga memiliki banyak kasus yang belum dituntaskan.

"Ini menurut saya karena kita nggak mau memperbaiki sistem. Jangan lupa, malpraktek akibat KPK juga‎ ada banyak. Jadi saya mengajaknya tidak mau konsen ke orang perorangannya. Dari dulu saya mengajak memperbaiki sistem, sebab kalau anda tidak mau memperbaiki sistem, anda juga jadi bagian apa yang menjadi korban sistem itu sendiri. Makanya perlu perbaikan sistem ini." ujarnya.

Sebagaimana diketahui, Penyidik KPK Novel Baswedan, masih berada di rumah sakit Singapura untuk menjalani perawatan mata. Kasus ini menjadi sorotan karena penyerangan terjadi ketika Novel sedang menangani kasus-kasus besar di KPK. Novel pernah menyebut ada jenderal di institusi kepolisian yang terindikasi menjadi dalang. (GRY/CityPost)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar