Jakarta, Indonesia | Wednesday, 25-04-2018

NEWS UPDATE

DPR Sarankan Facebook Segera Lakukan Audit Investigasi

AL | Selasa,17 Apr 2018 - 15:41:11 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) antara Komisi I DPR RI dengan manajemen Facebook digelar di Kompleks Parlemen, Jakarta, Selasa (17/4/18) hari ini. Dalam pertemuan ini, anggota Komisi I DPR Evita Nursanty meminta pihak Facebook agar segera melakukan audit investigasi terkait kebocoran data satu juta pengguna Facebook di Indonesia. Menurutnya hal tersebut perlu dilakukan untuk memastikan data privasi masyarakat Indonesia tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak tak bertanggung jawab.

Saya menyarankan kalau perlu dilakukan audit investigasi. Tahun ini dilakukan Pilkada dan Pemilu Presiden 2019, bagaimana meyakinkan bahwa Facebook netral dan data pengguna tidak digunakan pihak ketiga," katanya.

Evita juga menyinggung bahwa sesungguhnya Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sudah sejak lama meminta Facebook untuk menyelesaikan auditnya, namun hingga saat ini belum diselesaikan. Ia mengaku tidak yakin Facebook mampu mengamankan data pribadi para pelanggannya, karena jawaban Facebook dalam RDPU tidak memuaskan.

"Ke depan akan lebih berkembang dengan pesat karena penetrasi jaringan internet, karena infrastrukturnya ke desa dan dusun di seluruh Indonesia," ujarnya.

Anggota Komisi I DPR Sukamta menilai paparan pihak Facebook terkesan santai dan seolah-olah merupakan makhluk suci yang tidak bersalah dalam kasus kebocoran data tersebut. Ia menyebut klaim Facebook dalam RDPU kali ini tidak didasari bukti bahwa Cambridge Analitic yang bersalah dan melanggar aturan namun Facebook tidak menyebutkan apa isi perjanjiannya dengan pihak ketiga.

"Cambridge mengklaim tidak bersalah karena tidak mencuri data, tidak melanggar regulasi dan tidak meretas Facebook. Kalau semua tidak mengaku bersalah dan nanti dibebankan pada pengguna, di mana tanggung jawab moralnya bagi semua pengguna di dunia," tuturnya.

Sukamta menegaskan, seharusnya Facebook menghadirkan bukti perjanjian kerjasama dengan pihak ketiga terkait penggunaan data pengguna aplikasi tersebut.

Anggota Komisi I DPR Supiadin Aries Saputra juga mempertanyakan apakah Facebook memiliki sistem alat monitor yang mampu mendeteksi akun seorang digunakan pihak lain. Menurutnya alat ini sangat dibutuhkan agar pengguna bisa mengetahui sejak awal jika akunnya digunakan orang lain, sehingga penyalahgunaan data bisa diatasi.

Terkait akun yang disalahgunakan selama ini tidak termonitor. Saya ingin ada sistem ketika akun kita digunakan orang lain, maka otomatis ketahuan oleh pemilik akun," harapnya.

Supiadin juga mempertanyakan apakah Facebook mau berkomitmen dan bersedia dikenakan sanksi dan siap bertanggunjawab jika terbukti terjadi penyalahgunaan data dan penggunaan akun oleh orang lain.  Ia mencontohkan kasus serupa yang terjadi di Jerman, ketika jaringan media sosial menerima 100 keluhan dari masyarakat, maka pihak media sosial harus memberikan jawaban atas keluhan tersebut, jika tidak memberikan jawaban maka pihak media sosial itu akan dikenakan sanksi pidana. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar