Jakarta, Indonesia | Sunday, 16-12-2018

NEWS UPDATE

Edarkan Mie Mengandung Babi Tanpa Label Halal Bisa Dipidana

Redaksi CityPost | Senin,19 Jun 2017 - 15:44:01 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Beberapa produk mie instan asal Korea ditarik izin edarnya di Indonesia karena terbukti mengandung DNA babi, tetapi tidak mencantumkan label khusus. Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny Lukito mengatakan, siapapun yang mengedarkan produk yang mengandung DNA babi yang tidak disertai label khusus bisa dijerat pasal pidana. "Kalau sudah dicabut izin edarnya maka itu barang ilegal bisa kena sanksi pidana," kata Penny di Jakarta, Senin (19/6/17). Peny menekankan, keputusan tersebut sesuai dengan peraturan Kepala BPOM Nomor 12 Tahun 2016 yang menyatakan bahwa pangan olahan yang mengandung bahan tertentu yang berasal dari babi harus mencantumkan tanda khusus berupa tulisan "MENGANDUNG BABI" dan gambar babi berwarna merah dalam kotak berwarna merah di atas dasar warna putih. Ada empat produk mie instan asal Korea yang sudah ditarik izin edarnya yaitu Samyang varian Mie Instan U-Dong dengan nomor izin BPOM RI ML 231509497014 yang diimpor PT Koin Bumi, Nongshim (Mie Instan Shim Ramyun Black, BPOM RI ML 231509052014, PT Koin Bumi), Samyang (Mi Instan Rasa Kimchi, BPOM RI ML 231509448014, PT Koin Bumi) dan Ottogi (Mie Instan Yeul Ramen, BPOM RI ML 231509284014, PT Koin Bumi). BPOM juga telah menginstruksikan seluruh jajarannya untuk melakukan operasi sapu bersih terhadap produk-produk di atas, baik di jajaran pusat hingga daerah. "Operasi sapu bersih bertujuan untuk memastikan agar masyarakat terutama umat Islam terhindar dari mengonsumsi produk mengandung babi. Terlebih, importir mie instan Korea tersebut tidak melakukan tindakan segera untuk menarik produk yang telah dicabut izin edarnya," jelas Penny. BPOM juga mengajak masyarakat turut serta ikut dalam pengawasan agar terhindar dari produk tanpa izin edar dan berbahaya bagi kesehatan. "Ada Beberapa saluran yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk melaporkan produk mencurigakan seperti lewat #HALOBPOM di nomor 1500533 dan aplikasi Androdi Cek BPOM," tutup Penny. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar