Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Eni Saragih Kembalikan Rp 1,3 Miliar ke KPK

AL | Rabu,07 Nov 2018 - 12:47:53 WIB

Eni Maulani Saragih.foto.ist

Jakarta, CityPost - Mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Eni Maulani Saragih (ES) mengembalikan uang Rp 1,3 miliar kepada penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap proyek PLTU Riau-1. 

Juru bicara KPK, Febri Diansyah pada Selasa (6/11/18) menyampaikan Uang tersebut telah disetor ke rekening bank penampungan KPK pada Senin (5/11/18) kemarin. Sebelumnya ES mengembalikan total Rp 2,25 miliar dalam tiga tahap.

"Pengembalian sebesar Rp1,3 miliar itu merupakan tahap keempat setelah sebelumnya Eni juga telah mengembalikan dalam tiga tahap masing-masing Rp500 juta, Rp500 juta dan Rp 1,25 miliar," jelasnya.

Dengan demikian, total pengembalian uang dalam penyidikan kasus ini adalah Rp 4,26 miliar yaitu dari tersangka ES sebesar Rp 3,55 miliar dalam empat tahap dan dari panitia Munaslub Partai Golkar Rp 712 juta.

"Pengembalian uang ini akan masuk dalam berkas perkara untuk kepentingan pembuktian di persidangan nanti," ujar Febri.

Untuk itu, KPK akan mempertimbangkan sikap kooperatif tersebut sebagai alasan yang meringankan sekaligus terkait permohonan `justice collaborator` (JC) yang yang diajukan oleh tersangka ES.

"Namun, tentu KPK tetap akan melihat sejauh mana tersangka secara konsisten mengakui perbuatannya dan membuka peran pihak lain seluas-luasnya," kata febri.

ES sudah mengakui berbagai hal terkait kasus ini, seperti penerimaan-penerimaan terkait proyek PLTU Riau-1, pertemuan-pertemuan dan peran pihak-pihak lain baik yang sudah menjadi tersangka ataupun saksi dalam kasus ini seperti dari unsur politisi ataupun BUMN.

"Keterangan-keterangan tersebut akan dibuka secara lengkap di persidangan bersama bukti-bukti lain. Penyidik saat ini sedang dalam proses finalisasi berkas perkara untuk tersangka ES," tutur Febri.

Selain ES, KPK juga telah menetapkan mantan Menteri Sosial dan Plt Ketua Umum Partai Golkar Idrus Marham (IM) sebagai tersangka terkait kasus ini.
Sebagaimana diketahui, tersangka ES dan IM menerima suap dari Johannes Budisutrisno Kotjo, pemegang saham Blakgold Natural Resources Limited senilai Rp 4,75 miliar. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar