Jakarta, Indonesia | Wednesday, 14-11-2018

NEWS UPDATE

Erdogan Bakal Abaikan Sanksi AS Untuk Iran

RWS | Rabu,07 Nov 2018 - 17:20:55 WIB

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan./Foto ist.

CityPost – Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan menyampaikan bahwa dirinya tidak akan mematuhi dan akan mengabaikan sanksi Amerika Serikat terhadap Iran, khususnya sanksi yang mensasar industri minyak dan transportasi pelayaran Iran.

Erdogan menilai sanksi itu hanyalah bertujuan untuk merusak keseimbangan dunia dan dia mengutuk sanksi tersebut yang disebutnya sebagai upaya untuk membuat kericuhan didunia.

“Kami benar-benar tidak akan mematuhi sanksi tersebut. Kami membeli 10 miliar meter kubik gas alam. Kita tidak bisa membekukan orang-orang kita diudara dingin,” tegas Erdogan pada Selasa (6/11) kemarin. Seperti yang dilansir melalui reuters.

Sementara itu, dia menambahkan bahwa, Turki sebagai anggota NATO sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan energi alam dan Iran merupakan negara tetangga yang selama ini menjadi pemasok utama minyak.

Baik Iran maupun Turki memiliki kedekatan dan kualitas perbedaan harga minyak mentah yang dianggap menguntungkan.

Disebutkan, saat ini Erdogan dijadwalkan bakal menghadiri puncak pertemuan dalam peringatan perayaan akhir Perang Dunia Pertama di Paris pada akhir minggu ini. Nantinya diprediksi, Erdogan bakal membicarakan permasalahan sanksi, kebijakan baru di Suriah dan masalah kenegaraan lainya dengan Presiden AS Donald Trump.

Dari sisi lain, Juru Bicara Erdogan, Ibrahim Kalin mengatakan, saat ini Turki akan mengevaluasi perkembangan sanksi tersebut.

“Kami tidak akan meninggalkan kepentingan kami hanya karena AS memberlakukan sanksi Iran. Kami akan mengevaluasi periode enam bulan, tetapi kami tidak akan mengkompromikan prinsip-prinsip kami disini,” tegas Kalin.

Senada dengan Kalin, Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu mengatakan bahwa nantinya akan sangat berbahaya jika Turki mengisolasi Iran dengan mematuhi sanksi AS pasalnya hal itu tidak mudah dilakukan, terlebih lagi  bagi negara seperti Turki dan Jepang yang tengah melakukan diversifikasi pasokan energi.

“Kami tidak percaya ada hasil yang dicapai dengan sanksi. Saya pikir dialog dan pembicaraan bermakna, akan lebih bermanfaat ketimbang sanksi,” tegas Cavusoglu. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar