Jakarta, Indonesia | Thursday, 13-12-2018

NEWS UPDATE

FDA Setujui Terapi Gen Untuk Sembuhkan Kanker

RWS | Sabtu,21 Okt 2017 - 07:48:04 WIB

Pakar terapi sel menyiapkan sel darah dari pasien untuk direkayasa di laboratorium untuk melawan kanker di Kite Pharma, perusahaan yang mengembangkan terapi Yescarta, di El Segundo, California. Kite Pharma via AP/ foto ist-nbcnews

CityPost – Sebuah pengobatan baru untuk menyembuhkan penyakit kanker telah disetujui oleh lembaga adminstrasi obat dan makanan (Food and Drug Administration/FDA) sebagai alternatif pilihan pengobatan.

Pada umumnya, jenis pengobatan yang biasa dilakukan untuk kanker dengan menggunakan  CAR-T yang bisa menimbulkan efek samping  pada beberapa pasien. Walau sangat melelahkan dengan biaya yang mahal, namun itu merupakan alternatif untuk melawan beberapa jenis kanker yang spesifik.

Namun saat ini, ada pilihan alternatif pengobatan yang disebut Yescarta atau istilah lainnya Cucocucel yakni dengan pola terapi Gen. Nantinya kekebalan tubuh pasien akan dikeluarkan dan direkayasa secara genetis untuk kemudian melawan kanker tersebut.

FDA menerangkan, pendekatan ini sedikit berbeda dari pendekatan yang sama dimana sel kekebalan pasien kanker diambil dalam jumlah besar lalu dimasukan kedalam laboratorium.

“Yescarta, terapi sel T antigen reseptor chimeric (CAR) adalah terapi gen kedua yang disetujui oleh FDA dan yang pertama untuk jenis limfoma non hodgkin tertentu,” terang FDA dalam sebuah pernyataan.

FDA menerangkan terapi gen ini berubah hanya dalam beberapa dekade dari konsep yang menjanjikan jadi solusi praktis dalam mengobati kanker yang mematikan dan sebagian besar tidak bisa diobati. Persetujuan ini merupakan terobosan terkait bidang obat baru yang ditengarai bisa menyembuhkan kanker.

“Persetujuan ini menunjukkan momentum lanjutan bidang obat baru yang menjanjikan ini dan kami berkomitmen untuk mendukung dan membantu mempercepat pengembangan produk ini,” uajr FDA.

Disebutkan pada Agustus lalu, FDA menyetujui  penanganan CAR-T yang berbeda untuk mengobati leukimia limfoblastik sel B-akut pada pasien berusia 25 tahun yang belum dibantu pengobatan lain.

“Yescarta disetujui untuk digunakan pada pasien dewasa dengan limfoma sel B besar setelah setidaknya dua jenis pengobatan lainnya gagal. Kemungkinan akan ada ribuan nyawa yang diselamatkan dalam beberapa tahun kedepan dengan itu,” terang FDA.

Langkah tersebut dikatakan sebagai keputusan FDA dalam memvalidasi revolusi pengobatan yang sedang berjalan dibidang imunoterapi dengan pola merancang sistem kekebalan pasien itu sendiri dalam melawan sel kanker.

Efek samping dari pengobatan tersebut akan membuat sistem kekebalan tubuh pasien dapat melepaskan serentetan senyawa yang disebut sitokin yang bisa menyebabkan demam tinggi, terkadang juga mematikan, selain itu gejala seperti flu dan kerusakan saraf.

“efek samping lainnya termasuk infeksi serius, jumlah sel darah rendah dan sistem kekebalan tubuh yang lemah,” tegas FDA.

Oleh karenanya sebelum melakukan Yescarta, FDA mewajibkan Rumah Sakit dan klinik untuk disertifikasi sebelum mengeluarkan Yescarta.  Yang harus disertifikasi adalah staf yang terlibat dalam pemberian resep. Selain itu untuk yang menangani Yescarta juga diwajibkan untuk dilatih agar bisa mengenali dan mengelola sindrom pelepasan sitokin dan toksisitas sistem saraf. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar