Jakarta, Indonesia | Saturday, 21-07-2018

NEWS UPDATE

FP UGM Luncurkan Alat Pengukur Kecerdasan Kognitif Anak

GRY | Kamis,05 Apr 2018 - 02:12:21 WIB

Peluncuran alat "Tes Kognitif AJT" di FP UGM Yogyakarta.foto.ist

Sleman, CityPost - Fakultas Psikologi Universitas Gadjah Mada (FP UGM) bersama Yayasan Dharma Bermakna dan PT Melintas Cakrawala Indonesia meluncurkan alat "Tes Kognitif AJT" sebagai sarana untuk mengukur kecerdasan kognitif anak berdasarkan latar belakang Indonesia.

"Profil kognitif yang dihasilkan oleh alat tes ini lebih rinci dibandingkan dengan alat tes lain yang selama ini digunakan di Indonesia," ujar Project Manager AJT, Retno Suhapti saat jumpa pers di
FP UGM, Rabu (4/4/18).

Retno mengemukakan, selama ini alat psikologi di Indonesia yang dapat mengungkap kemampuan kognitif anak masih terbatas, dan kebanyakan berasal dari luar negeri. Menurutnya, Tes Kognitif AJT,  memiliki kelebihan dibanding alat tes psikologi yang selama ini ada karena disusun berdasarkan latar bekakang budaya Indonesia.

"Pembuauatan item-itemnya berbasis budaya Indonesia misalnya memakai gambar buah pisang atau monyet, sehingga jangan sampai memakai gambar salju yang tidak semua anak Indonesia tahu," katanya.

Selain itu, alat tersebut mampu mengukur profil kognitif lebih rinci karena menggunakan landasan teori yang kuat, yaitu teori Cattel-Horn-Carrol (CHC) dengan 28 sub test. Retno menjelaskan, Teori CHC merupakan teori tentang kemampuan manusia yang paling komprehensif saat ini yang didukung oleh bukti emperis, serta mempertimbangkan aspek biologis, perilaku, dan neurologis. Alat tes ini dapat digunakan untuk anak usia 5-18 tahun baik yang mengikuti pendidikan formal maupun yang tidak mendapatkan kesempatan mengenyam pendidikan. 

"Ini juga akan menjadi alat tes komprehensif pertama yang mampu memetakan kemampuan kognitif anak berkebutuhan khusus," tambahnya.

Konsultan Psikometri dari Amerika Serikat (AS) Kevim McGrew juga mengakui bahwa Tes Kognitif AJT merupakan tes kognitif paling komprehensif di dunia karena banyak item yang akan diukur.

Dekan Fakultas Psikologi UGM Prof Faturochman mengatakan, dengan membaca profil anak dari Tes Kognitif AJT, para guru atau orang tua dapat mengukur sekaligus memetakan kemampuan kognitif anak yang
berbeda-beda. Ia berharap alat tersebut dapat dimanfaatkan secara luas dengan menggandeng berbagai pihak seprti Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, LSM, serta guru sekolah. 

"Kami akan dapat mengadvokasi untuk anak-anak yang pinter dan yang masih kurang dengan metode pendidikan yang sesuai," ujarnya. (GRY/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar