Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

Freeport Janji Bangun Smelter Bila Kontrak Diperpanjang

Redaksi CityPost | Selasa,17 Jan 2017 - 13:04:32 WIB

Tambang Grasberg, Papua. foto.ist

Jakarta, CityPost - PT Freeport Indonesia (PTFI) akhirnya menyetujui perubahan status kontrak karya (KK) menjadi izin usaha pertambangan khusus (IUPK), asalkan pemerintah menjamin kepastian hukum dan fiskal. Proposal resmi persetujuan perubahan status tersebut telah disampaikan kepada Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Minggu 15 Januari 2017

"PTFI telah menyampaikan kepada Pemerintah kesediaannya untuk konversi menjadi IUPK, asalkan disertai dengan perjanjian stabilitas investasi bagi jaminan kepastian hukum dan fiskal," kata Vice President Corporate Communication Freeport Indonesia, Riza Pratama, di Jakarta, Senin (16/1/17)

Kontrak karya Freeport Indonesia diketahui akan berakhir pada 2021 dan meminta perpanjangan operasi sampai 2041 untuk menjamin stabilitas investasi membangun fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter). Saat ini perkembangan pembangunan smelter Freeport Indonesia di Gresik, Jawa Timur, baru mencapai 14%. Padahal, rencana awal pembangunan smelter dengan investasi USD2,2 miliar tersebut dijadwalkan selesai 12 Januari 2017

Freeport bersedia membangun smelter, asalkan mendapatkan perpanjangan kontrak di Tambang Grasberg, Papua.

"PT Freeport Indonesia telah menyampaikan kepada pemerintah komitmennya untuk membangun smelter dan akan segera melanjutkan pembangunan segera setelah hak operasionalnya diperpanjang, kami berharap pemerintah akan segera memperpanjang izin ekspor" ujar Riza.

Sebagaimana diketahui, sejak 12 Januari 2017 ekspor mineral Freeport terhenti jika tidak mengubah status KK menjadi IUPK serta memenuhi kewajiban merampungkan pembangunan smelter selama lima tahun sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No 1/2017 tentang Perubahan ke empat atas PP No 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batu Bara.

Freeport juga diwajibkan mendivestasikan sahamnya sebesar 51% dalam jangka waktu 10 tahun serta membayar bea keluar maksimal 10%. Apabila syarat itu disepakati, izin ekspor mineral Freeport akan diperpanjang serta kemungkinan mendapatkan perpanjangan operasi hingga 2041.

(red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar