Jakarta, Indonesia | Thursday, 19-07-2018

NEWS UPDATE

Gejolak Politik Slowakia Terus Meningkat Menuntut Pemilu Din

RWS | Sabtu,17 Mar 2018 - 15:18:28 WIB

Demonstrasi warga Slowakia terkait kematian wartawan Jan Kuciak dan tunangannya/ foto ist.

CityPost -  Politik negara Slowakia saat ini tengah bergolak memanas, hal itu terjadi pasca peristiwa pembunuhan seorang wartawan investigasi negara itu terkait laporannya. Sebanyak puluhan ribu demonstran dikabarkan tengah turun kejalan menuntut diadakannya pemilu dini dengan segera.

Para demonstran menyerukan pengunduran diri Perdana Menteri tidak cukup untuk meredakan kemarahan warga Slowakia yang hingga kini prihatin atas pembunuhan terhadap seorang wartawan investigasi.

Demonstrasi yang sudah berlangsung selama tiga hari ini dikabarkan melibatkan 50.000 orang demonstran. Mereka berkumpul di Ibu Kota Bratislava dan 35 kota kecil lainnya. Para pengunjuk rasa tetap menyerukan untuk diadakannya pemilu dini dengan segera.

Diketahui sebelumnya, seorang wartawan investigasi bernama Jan Kuciak (27) dan tunangannya ditemukan tewas tertembak dirumahnya pada bulan lalu. Ditengarai kematian Kuciak terkait laporan investigasinya terhadap kecurangan pengusaha yang ada kaitannya dengan politik.

Hingga saat ini, selain menuntut untuk diadakannya segera pemilu dini, para demonstran juga menuntut agar kasus pembunuhan tersebut segera diungkap dan diselidiki juga terkait dugaan korupsi yang dilakukan pemerintah.

Sementara itu, melansir keterangan polisi setempat dikatakan kematian Kuciak kemungkian besar ada kaitannya dengan penyelidikan dugaan hubungan antara politisi Slowakia dengan mafia Italia. Namun sayangnya hingga saat ini belum ada pihak yang didakwa atas pembunuhan tersebut.

Pada Kamis (15/3) lalu, Presiden Slowakia Andrej Kiska menerima pengunduran diri Fico dan meminta wakil perdana menteri Peter Pellegrini untuk segera membentuk pemerintahan yang baru agar pemerintahan bisa terus berjalan tanpa ada pemilihan dini. (RWS/ist)

 

 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar