Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Hacker Data Pejabat Jerman tertangkap, Ini Orangnya

RWS | Jumat,11 Jan 2019 - 07:31:55 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

CityPost – Aksi peretasan data pribadi yang mensasar sejumlah politisi dan pejabat di Jerman saat ini mulai mendapatkan titik terang. Pelaku kabarnya sudah tertangkap oleh petugas berwenang dan diumumkan kepublik.

Petugas berwenang mengatakan pelaku peretasan data terbesar itu dilakukan oleh seorang pelajar. Dengan demikian, misteri peretasan akhirnya terungkap, khususnya yang meretas data pribadi Kanselir Jerman Angela Merkel dan sejumlah pejabat publik lainnya.

Sayangnya, polisi Jerman tidak mau mengungkapkan identitas pelaku yang katanya masih berusia 20 tahun tersebut. Mereka hanya mengatakan pelaku masih tinggal bersama orangtuanya dan bukan ahli komputer serta tidak memiliki catatan hukum sebelumnya.

Kendati demikian, menurut ahli, anak reamaja itu terbilang cerdas pasalnya bisa mengakses dan membocorkan data serta dokumen pribadi milik 1.000 orang di Jerman, termasuk Angela Merkel, politisi dan para wartawan.

Polisi mengaku saat ini pelaku sudah ditahan dan rumahnya sudah digeledah yang berada di Negara Bagian Hesse tengah pada Minggu lalu. Dari penggeledahan itu, penyelidik menemukan komputer yang dicabut tersangka dua hari sebelum pencarian dan data backup.

Kabarnya pelaku yang masih remaja itu sudah dibebaskan dan menyetujui untuk bekerjasama dengan penyidik.

“terdakwa mengaku telah bertindak sendiri dalam memata-matai data dan melakukan publikasi data yang tidak sah, investigasi sejauh ini tidak memberikan indikasi adanya partisipasi dari pihak ketiga.” terang pihak Federal Crime Office (BKA) melalui sebuah pernyataan.

Kecurigaan itu sendiri sebelumnya tengah mensasar pihak Rusia yang dituding melakukan peretasan data di Jerman, namun tuduhan itu langsung dibantah oleh Kremlin. Spekulasi lainnya menyebutkan kemungkinan adanya aktivis sayap kanan Jerman.

Pelaku sendiri menurut Jaksa Penuntut tidak ada indikasi berbuat radikal. Motivasinya melakukan hal itu karena kesal dengan pernyataan publik yang dibuat oleh para pejabat terkait.

“terdakwa mengatakan motivasinya adalah ia telah dibuat jengkel atas pernyataan publik yang dibuat oleh para politisi, jurnalis dan tokoh masyarakat yang berpengaruh,” terang Jaksa Senior Georg Ungefuk.

Saat ini menurut Ungefuk, pelaku bisa menghadapi ancaman hukuman selama enam tahun penjara namun dia telah menyatakan bertobat dan tidak tahu dan tidak menyadari konsekuensi yang dilakukannya.

Kabarnya aksi peretasan itu saat ini memicu dibuat dan disahkannya undang-undang keamanan data yang lebih ketat. Bahkan Agen pertahanan dunia maya Jerman, Federal Office for Information Security (BSI) menyampaikan bahwa mereka telah dihubungi oleh anggota parlemen pada awal Desember terkait adanya aktivitas mencurigakan diemail pribadi dan media sosial mereka. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar