Jakarta, Indonesia | Wednesday, 23-01-2019

NEWS UPDATE

Harmonisasi TNI Dan Rakyat Divisualisasi Dengan TMMD

Hen | Rabu,21 Nov 2018 - 15:08:33 WIB

Foto ist/WE

Bengkayang, CityPost - Wakil Asisten Teritorial (Waaster) Kasad, Brigadir Jenderal TNI Ghatut Setyo Utomo melakukan Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) pelaksanaan Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-103 Kodim 1202/Singkawang, di Desa Tanjung, Kecamatan Teriak, Kabupaten Bengkayang.

Pada kunjungannya tersebut, Waaster Kasad, Brigadir Jenderal TNI Ghatut Setyo Utomo  memberikan apresiasi terhadap pelaksanaan TMMD ke-103 Kodim 1202/Skw, yang sangat bermanfaat bagi masyarakat Desa Tanjung.

“Manfaat TMMD dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, warga sekarang memiliki akses jalan yang lebih baik. Bahkan menumbuhkan semangat kebersamaan dan gotong royong dalam mengerjakan jalan,” katanya.

Lanjutnya juga, bahwa memang TNI dan rakyat harus senantiasa bersama-sama dalam pembangunan. Ini dikarenakan TNI lahir dari rakyat, dengan demikian kebersamaan dalam TMMD adalah sesuatu yang selaras dengan slogan dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, tambahnya.

Pesannya juga, kepada masyarakat Desa Tanjung untuk selalu merawat dan menjaga hasil TMMD tersebut. Sehingga dapat digunakan dan dinikmati oleh masyarakat dalam jangka panjang, serta meningkatkan kesejahteraan dan mempererat kemanunggalan TNI-Rakyat.

Sementara itu, Dandim 1202/Singkawang Letnan Kolonel Inf Abdul Rahman  menyatakan, terpilihnya lokasi TMMD ke-103 adalah secara bottom up atau usulan dari bawah.

“Terpilihnya Desa Tanjung sebagai sasaran TMMD, juga untuk membantu mensukseskan program Pemda dalam pengembangan Desa Mandiri,” tutur Dandim 1202/Skw.

Pada saat melakukan tatap muka dengan masyarakat dengan Waaster Kasad Brigadir Jenderal TNI Ghatut Setyo Utomo, warga Desa Tanjung menyampaikan keinginannya, agar tahun depan program TMMD dapat dilaksanakan di desannya lagi.

Menanggapi hal tersebut, Waaster Kasad menekankan, bahwa pelaksanaan TMMD itu setiap tahun mengambil sasaran desa yang berlainan.
“Tetapi jika ada program desa yang belum selesai, bisa diusulkan kembali melalui Babinsa, selanjutnya ke Danramil, dan kemudian diteruskan ke Bupati,” pungkasnya mengakhiri. (Hen/ist-rls,danilWE)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar