Jakarta, Indonesia | Wednesday, 17-10-2018

NEWS UPDATE

Ibu Kandung Bayi J Jadi Tersangka

AL | Senin,31 Jul 2017 - 15:00:51 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Despasar, CityPost - Kepolisian Daerah (Polda) Bali, telah menetapkan Mariana Dangu sebagai tersangka penganiaya bayi bernisial J alias Jack. Ini merupakan kasus penganiayaan ibu kandung terhadap anak.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Bali, Kombes Pol Sang Made Mahendra Jaya menuturkan, perwakilan Yayasan Metta Mama & Maggha resmi membuat laporan kepolisian atas kasus tersebut dan polisi langsung mengecek ke tempat kejadian perkara untuk mencari bahan dan keterangan.

"Ibu J kami jemput Jum'at (28//7/17) untuk dimintai keterangan, diperiksa, dan pada hari sama dilakukan penahanan," kata Mahendra di Mapolda Bali, Senin (31/7).

Mahendar menuturkan, Ibu J, dijerat pasal 44 ayat 1 Undang-Undang Nomor 23/ 2004 tentang tentang Penghapusan Kekerasan dalam Rumah Tangga (PKDRT), serta pasal 76C jo pasal 80 ayat 1 UU Nomor 35/ 2014 tentang Perubahan Atas UU Nomor 23/ 2002 tentang Perlindungan Anak.

"Ancaman hukumannya lima tahun untuk pelanggaran UU PKDRT dan tiga tahun enam bulan untuk UU Perlindungan Anak," ujarnya.

Bahkan, menurut Mahendra hukuman untuk MD bisa lebih berat sebab pelakunya berstatus ibu kandung sendiri. 

"Hukumannya ditambah sepertiga sebab orang tua kandung seharusnya mengasuh anak, melindungi anak, dan menjaga hak anak," tegasnya.

Mahendra menyampaikan, saat ini J dalam perlindungan negara dan dititipkan ke Yayasan Metta Mama & Maggha di Jalan Gunung Lawu Nomor 30, Pemecutan Klod, Denpasar Barat.

Sebelumnya, beredar video rekaman yang memperlihatkan J mengalami serangkaian kekerasan fisik dari ibu kandungnya. MD memukul pinggul J berkali-kali, telinga kanannya dijewer, dan mulutnya dicubit. J juga sempat dijinjing dan dimasukkan ke dalam bak, lalu diturunkan ke lantai kamar mandi hanya mengenakan kaos.

Kemudian, J disiram air berkali-kali, sambil disiram cairan sabun pencuci piring. Video tersebut juga merekam MD mengucapkan kata-kata kasar, seperti berharap J sakit dan mati. Penyidik yang melakukan cek TKP mengumpulkan sejumlah barang bukti, seperti pakaian yang dikenakan J saat dianiaya seperti di dalam video, pakaian ibu J, ember, gayung, dan bantal guling. 

Polisi sudah memeriksa lima orang saksi dan terus mendalami kasus ini. (red/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar