Jakarta, Indonesia | Saturday, 20-10-2018

NEWS UPDATE

Ijen Green Run 2018 Menyedot Wisman ke Banyuwangi

Hen | Senin,16 Apr 2018 - 16:09:25 WIB

Ilustrasi Gambar Kawah Ijen/ foto ist

Jakarta,CityPost-  Keindahan   Gunung Ijen benar-benar mampu menyedot Wisman ke Banyuwangi. Sejak  tadi pagi, 732 peserta telah memadati lokasi start, di Lapangan Tamansari, Kecamatan Licin. Yang membuat seru, sebelum lomba dimulai para peserta diajak menikmati legen. Yaitu air pohon enau yang nikmat. 

Banyuwangi Ijen Green Run 2018 bukan even biasa. Banyak sekali  ratusan pelari dari 14 negara ambil bagian. Diantaranya Kenya, Prancis, Belanda, juga Belgia. Sedangkan pelari nasional yang ambil bagian berasal dari Surabaya, Jakarta, Yogyakarta, Bali, Palembang. Juga peserta dan kota-kota di Jawa Timur. Hadir juga mantan Menteri BUMN Dahlan Iskan. 

Pelari asal belanda, Daley Lievense. Mengatakan “Ijen Green Run sangat luar biasa. Viewnya indah sekali dan sangat menyenangkan berada disini. Kondisinya berbeda dengan Belanda yang rutenya flat dan disini sangat menantang.”

Dapat diketahui Ijen Green Run terbagi dalam tiga kategori. Yaitu kelas 33 Km, 18 Km, hingga 6 Km. Begitu bendera start dikibarkan, para peserta langsung melesat. Para peserta disambut suhu sejuk 22 derajat celcius. Suasana tersebut membuat para peserta kian semangat . bahkan tanjakan sepanjang 500 meter tidak menurunkan semangat mereka. Daley menambahkan , suasana Gunung Ijen mampu membangkitkan minatnya untuk terus berlari.

Daley menambahkan “ Ijen Green Run ini membuat saya jadi mencintai olahraga lari , saya sudah bertekad akan terus berlatih marathon ketika  sudah berada di Belanda nanti.yang jelas saya ingin menikmati suasana indah disini dahulu.”

Selain itu suasa eksotis tersaji kala peserta melewati hutan pinus , kebun cengkeh hingga perkebunan kopi . pesona alam yang kian sempurna ketika peserta menyebrangi sungai  yang jernih dan seger airnya. Terlebih ketika melewati area permukiman warga yang kental dengan tradisi dan budaya.

Di kelas 33 Km putra, pelari Kenya mendominasi podium. Sebagai juara adalah James Karanja. “Udaranya sangat segar. Saya berkesan sekali berlari di sini. Badan tidak cepat lelah. Dengan energi yang terjaga, rute juga tanjakannya bisa dilewati. Saya juga senang karena bisa juara,” ujarnya

Karanja menjadi yang tercepat dengan mencatatkan waktu  02.33.21. Pelari kenya lainnya terdiri dari Denni Isika, finish sebagai runner up. Torehan pelari Kenya dilengkapi Samson Karega di posisi ketiga.  Bila kategori 33 k putra dikuasai Kenya, tidak demikian dengan putri. Pelari Indonesia Ruth Theresia tampil sebagai yang tercepat. Ruth membutuhkan waktu 3 jam 50 menit.

Ruth menerangkan “ saya senang karena bisa juara lagi disini. Secara tekhnis, rute disini sudah familiar jadi saya bisa mengatur temponya. Saya tidak pernah bosan berlari disini karena suasananya bagus. Udaranya segar dan ini bagus bagi pelari”

Banyuwangi Ijen Green Run memang sangat spesial. Para pelari bebas mengeksplor kekuatannya sembari menyeimbangkannya dengan eksotisnya alam. (HEN/Ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar