Jakarta, Indonesia | Sunday, 24-06-2018

NEWS UPDATE

Impor Biji Besi China Stabilkan Harga Pasar

RWS | Selasa,08 Agus 2017 - 08:02:33 WIB

Ilustrasi Gambar/foto ist

Jakarta, CityPost – Industri perdagangan biji besi saat ini masuk dalam penutupan 16 poin atau 29 % menuju 563,5 yuan untuk kadar 62%. Atau senilai  US$ 83,86 perton. Level ini dikatakan masuk yang tertinggi sejak 24 Maret 2017 yang berada di posisi US$ 84,27 perton.

Negara China yang merupakan importir biji besi terbesar pada 2017 tahun ini diprediksi bakal mengimpor i miliar ton. Hal ini terlihat dari intensitas pengapalan yang masuk sejak semester I sebesar 539 juta ton atau mengalami kenaikan persentase sebesar 9,3 % dari tahun lalu.

Pada 2016 harga biji besi sempat meningkat, hal ini dikarenakan adanya dukungan stimulus pemerintah China terhadap produksi baja yang menaikan sisi konsumsi. China menyerap 58% biji besi global dan menjadi pemasok  50% baja didunia. Namun di tahun 2017 harga kembali merosot sebesar 10,74%.

Joint Managing Director JSW Steel Ltd, Seshagiri Rao mengatakan harga biji besi kembali naik atas adanya rencana pengetatan pasokan dari China.

“Harga tidak bisa naik terlalu banyak karena pasokan lebih bisa masuk kedalam pasar,” tegasnya.

Rao memprediksi harga biji besi pada 2017 masih berada dikisaran US$40 hingga US$90 perton. Disebutkan sentimen lain yang bisa menguatkan harga kembali adalah karena tingginya permintaan dari China. (RWS/ist)


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar