Jakarta, Indonesia | Monday, 23-07-2018

NEWS UPDATE

Indonesia Akan Lobi India Agar Turunkan Bea Masuk Sawit

EKS | Rabu,23 Agus 2017 - 18:54:47 WIB

ilustrasi gambar.foto.ist

Jakarta, CityPost - Pemerintah Indonesia keberatan atas sikap India yang telah menetapkan tarif bea masuk Crude Palm Oil (CPO) hingga 100 persen. Tarif tersebut dinilai terlalu tinggi. 

"Perlakuan Eropa kepada komoditi utama kita, dan bagaimana India memproteksi dirinya dengan menaikkan tarif 100 persen," kata Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita di Jakarta, Rabu (23/8/17).

Untuk itu, Enggar akan menyampaikan keberatannya tersebut kepada Menteri India, ia akan melobi agar India tidak memberlakukan bea masuk yang terlalu tinggi.

"Saya harus hati-hati, surplus kita gede banget kan nanti ada Menteri India dateng tapi menteri urusan pangan kita akan bicara dan sampaikan keberatan kita dan mereka dalam usaha memproteksi produksi mereka, jadi itu kita harus bicara, kita harus lobi," ujarnya. 

Sebelumnya, tarif bea masuk CPO di India sekitar 15 persen dari sebelumnya 7,5 persen. Sedangkan, untuk tarif tarif bea masuk produk sawit olahan juga naik menjadi 25 persen dari 15 persen. Menurut Enggar, nanti ia akan meminta agar India mau menurunkan tarif bea masuk CPO. 

"Permintaannya tolong kembalikanlah dan jangan sebesar itu tarifnya," harapnya.

Indonesia termasuk sebagai produsen sawit terbesar di dunia. Sebelumnya Indonesia sempat disudutkan karena adanya resolusi sawit. Menurut Enggar, Indonesia perlu melawan serangan kampanye hitam masyarakat Eropa. Caranya adalah dengan memberikan fakta bila tudingan negatif tersebut tidak benar. (EKS/CityPost) 


Komentar Via Website : 0

Nama

Email

Komentar